Jakarta – Antusiasme menuju Synchronize Fest 2026 semakin memuncak. Festival musik lintas genre terbesar di Indonesia itu resmi mengumumkan deretan penampil fase kedua yang akan tampil pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Pengumuman terbaru ini menghadirkan puluhan nama dari berbagai generasi dan spektrum musik, sekaligus mempertegas komitmen Synchronize Fest sebagai ruang pertemuan seluruh ekosistem musik Indonesia.
Tidak sekadar menghadirkan musisi populer, lineup fase kedua juga dipenuhi pertunjukan eksklusif, kolaborasi lintas negara, reuni band legendaris, hingga panggung tematik yang hanya dapat disaksikan di Synchronize Fest.
Melalui pengumuman ini, festival kembali menggandeng Kobra Musik sebagai kurator Panggung Getarrr dan LaMunai Records untuk mengurasi panggung Oleng Upuk. Langkah tersebut semakin memperkuat karakter Synchronize Fest sebagai festival yang bukan hanya menyajikan konser, tetapi juga menjadi ruang eksplorasi budaya musik Indonesia dalam berbagai bentuk.
Kolaborasi Eksklusif Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu kejutan terbesar datang dari kolaborasi perdana Reality Club dengan musisi asal Thailand, Phum Viphurit. Pertemuan dua nama yang sama-sama memiliki basis penggemar kuat di Asia Tenggara ini menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan tahun ini.
Kolaborasi tersebut lahir dari hubungan panjang keduanya sejak Reality Club menjadi pembuka konser solo Phum Viphurit di Jakarta pada 2019. Synchronize Fest kemudian mewujudkan pertemuan kreatif tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas dialog musik Indonesia ke panggung regional.
Selain itu, festival juga menghadirkan pasangan Rizky Febian dan Mahalini dalam sebuah pertunjukan spesial yang akan membawakan lagu-lagu cinta mereka dalam format panggung megah. Penampilan romantis pasangan suami istri tersebut diprediksi menjadi salah satu momen paling emosional sepanjang festival.
Tak kalah menarik, rapper Bas Boi akan tampil bersama Pak Joko, rapper Indonesia-Amerika yang berbasis di California, sementara Sajama Cut menyiapkan Deluxe Set bersama Alkateri, Eleanor Whisper, Patrivia, dan Sunwich.
Hindia, Bernadya, .Feast hingga Perunggu Siap Mengguncang Panggung
Nama-nama yang mendominasi percakapan musik Indonesia beberapa tahun terakhir juga dipastikan hadir.
Hindia kembali ke Synchronize Fest setelah sukses menyapu lima penghargaan AMI Awards 2025. Penampilannya selalu dikenal emosional dan penuh energi, menjadikannya salah satu aksi panggung yang paling ditunggu setiap tahunnya.
Bernadya juga masuk dalam daftar lineup setelah merilis album terbarunya Semoga Hanya di Mimpi. Popularitasnya yang terus meningkat melalui lagu-lagu seperti “Satu Bulan” dan “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” membuat penampilannya diprediksi dipadati penonton.
Sementara itu, .Feast kembali membawa katalog lagu-lagu andalan mereka seperti “Nina”, “Tarot”, dan “O, Tuan”. Perunggu pun menyiapkan format khusus “Pertunjukan Dalam Dinamika”, melanjutkan konsep yang sebelumnya sukses mereka bawa dalam tur album terbaru.
Nama lain yang turut meramaikan lineup antara lain Nadhif Basalamah, Jo Soegono, Basajan, Poris Vault Gang, Sigmun, The Panturas, Swellow, Satelit, Mardial & Friends, hingga Alkateri.
Deretan Special Show yang Hanya Ada di Synchronize Fest
Seperti tradisi setiap tahunnya, Synchronize Fest kembali menghadirkan berbagai pertunjukan tematik yang dikurasi secara khusus.
Salah satu yang paling menarik adalah “Emo Revival”, yang mempertemukan Alone at Last, Friends of Mine, Killed By Butterfly, Killing Me Inside Re:Union, Side-B (Thirteen 2009 Era), serta The Side Project dalam satu panggung nostalgia era emo Indonesia.
Bagi pencinta musik pop, festival juga menghadirkan “The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif” yang akan dibawakan Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia, dengan arahan musik dari Nikita Dompas.
Ada pula pertunjukan “Indonesian Girl Group” yang menghidupkan kembali era kejayaan Chibi Chibi, 7Icons, Super Girlies, G String, Princesstale, bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia.
Sementara pecinta jazz akan dimanjakan lewat pertunjukan spesial Indra Lesmana yang membawakan album legendaris Little Things From The Heart bersama Eva Celia, Monita Tahalea, Teza Sumendra, Michael Jakarimilena, serta LLW.
Tak hanya itu, Float juga akan mempersembahkan “3 Hari Untuk Selamanya” sebagai perayaan 19 tahun soundtrack film ikonis tersebut sekaligus perilisan edisi piringan hitamnya.
Merayakan Regenerasi dan Keragaman Musik Indonesia
Synchronize Fest juga kembali menunjukkan keberpihakannya terhadap regenerasi musik nasional.
Pertunjukan “Timur Basudara” akan menghadirkan sederet musisi pop Timur yang tengah naik daun, termasuk Faris Adam, Toton Caribo, Ecko Show, Vendetta Rap, hingga Jacson Zeran.
Sementara “Reggae Gang” mempertemukan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip dalam satu panggung yang merayakan akar budaya reggae Indonesia.
Skena hip-hop juga mendapat ruang besar melalui penampilan AntiNRML yang membawa seluruh roster mereka, termasuk Jemsii, Naykilla, Tenxi, Dia, Naufal Syachreza, Suisei, hingga Bboogie.
Di sisi lain, pertunjukan “Punk Sejak Dini” akan menjadi salah satu konsep paling unik tahun ini dengan mempertemukan Sakinah Mawaddah Warahmah, Sukses Lancar Rezeki, dan Sukatani dalam satu panggung regenerasi musik punk lintas usia.
Panggung Kurasi yang Semakin Berwarna
Tahun ini, Panggung Getarrr kembali dikurasi oleh Kobra Musik dengan menghadirkan nama-nama alternatif seperti Santet, Tahlilan, Symphony Polyphonic Geng Format Black Sabar, Clever Moose, El Karmoya, Maria Tambun, hingga OM New Eleng.
Sementara panggung Oleng Upuk yang dikurasi LaMunai Records akan menjadi rumah bagi berbagai kolektif dan DJ seperti Dipha Barus: Pop Samping, Habibi Funk dari Berlin, Cristal No.5, Dangerdope, Radio Rumah Oma, PNNY, Jiwa Jiwa, Poppin Class, hingga Wicker Basket.
Dengan keberagaman tersebut, Synchronize Fest 2026 kembali memperlihatkan identitasnya sebagai festival yang mampu mempertemukan musisi lintas genre, lintas generasi, dan lintas komunitas dalam satu perayaan besar musik Indonesia.
Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Tiket Presale 3 Day Pass telah tersedia mulai dari Rp550.000, sementara pengumuman lineup berikutnya dijanjikan akan segera menyusul.
