JAKARTA — Musik gospel kembali menghadirkan momen istimewa di Jakarta. Commons Worship (CXMMXNS) sukses menggelar konser “What A Beautiful Name Tour” di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).

Konser yang menghadirkan dua musisi gospel ternama dunia, Reuben Morgan dan Ben Fielding, tersebut dihadiri ribuan penonton. Sepanjang pertunjukan, suasana dipenuhi pujian dan penyembahan yang berlangsung intim sekaligus penuh semangat.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 19.30 WIB dengan doa dan penyampaian pesan singkat oleh Pendeta Steve Marcel. Setelah itu, Ps. Sidney Mohede tampil sebagai penampil pembuka dengan membawakan sejumlah lagu pujian yang menghangatkan suasana sekaligus membangun energi penonton sebelum penampilan utama.
Sekitar pukul 20.15 WIB, Commons Worship kemudian naik ke panggung utama. Dengan kepemimpinan musik Reuben Morgan dan Ben Fielding, mereka membawakan lebih dari 15 lagu sepanjang konser.
Pertunjukan dibuka dengan “Goodness of God”, “God is Able”, dan “Cornerstone”. Suasana semakin meriah ketika Commons Worship membawakan “What A Beautiful Name”, salah satu lagu paling dikenal dari repertoar mereka.
Lagu tersebut sebelumnya meraih Grammy Awards ke-60 pada 2018 untuk kategori Best Contemporary Christian Music Performance/Song. Di Jakarta, ribuan penonton turut menyanyikan lagu tersebut bersama-sama, menciptakan salah satu momen paling berkesan sepanjang konser.
Menghadirkan Ruang Bersama melalui Musik Worship
Bagi penyelenggara, konser ini tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga kesempatan untuk mempertemukan para penikmat musik gospel dan worship dalam sebuah pengalaman bersama.
David Ananda, Managing Director Color Asia Live, mengatakan pihaknya bangga dapat menghadirkan Commons Worship ke Jakarta dan memberikan kesempatan kepada pencinta musik gospel di Indonesia untuk menikmati karya-karya mereka secara langsung.
Ia juga menilai musik worship memiliki kekuatan untuk menyatukan, menginspirasi, dan memberikan pengalaman spiritual bagi para pendengarnya.
“Musik worship memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menginspirasi, dan menyatukan. Untuk itulah, konser ini bisa menjadi kesempatan luar biasa bagi kita semua untuk merasakan kehadiran Tuhan dan merayakan iman bersama,” ujar David.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh penonton. Salah satu penonton bernama Yuni menyebut konser tersebut bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang bersama untuk merayakan kasih dan mengagungkan nama Tuhan melalui pujian.
Commons Worship dan Warisan Lagu Pujian Modern
Commons Worship merupakan kolektif penulis lagu dan musisi yang berfokus pada penyebaran pesan iman melalui musik. Grup ini dipimpin oleh Ben Fielding dan Reuben Morgan, dua figur yang memiliki peran penting dalam perkembangan musik pujian modern.
Keduanya merupakan peraih Grammy Award dan Dove Award serta dikenal melalui sejumlah lagu pujian yang banyak dinyanyikan di gereja-gereja modern, termasuk “Goodness of God”, “Who You Say I Am”, “What A Beautiful Name”, “Cornerstone”, dan “Mighty To Save”.
Karya-karya tersebut telah dinyanyikan oleh puluhan juta pengikut Kristus setiap minggu. Berawal dari Sydney, Australia, Commons Worship membawa visi untuk menjadi salah satu kontributor dalam perkembangan pujian modern gereja global.
Melalui musik, Commons Worship juga berkomitmen mengumpulkan para worshippers dari berbagai belahan dunia sekaligus melayani gereja-gereja lokal melalui lagu-lagu yang dapat dinyanyikan bersama.
Color Asia Live Hadirkan Musik Internasional ke Indonesia
Konser “What A Beautiful Name Tour” di Jakarta dipromotori oleh Color Asia Live, promotor musik berbasis di Indonesia yang dikenal menyelenggarakan konser dan acara internasional di kawasan Asia Tenggara.
Color Asia Live berfokus menghadirkan pertunjukan dengan produksi berskala tinggi serta membawa berbagai pertunjukan musik global kepada penonton di kawasan tersebut.
Kehadiran Commons Worship di Jakarta melalui “What A Beautiful Name Tour” menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan musik internasional yang mempertemukan musisi dunia dengan penonton Indonesia.
Dengan lebih dari 15 lagu yang dibawakan dan keterlibatan ribuan penonton sepanjang pertunjukan, konser tersebut menjadi malam yang mempertemukan musik, pujian, dan pengalaman spiritual dalam satu panggung di Jakarta.
