Ada banyak cara untuk merayakan perilisan album baru. Namun bagi Slank, pesta peluncuran selalu menjadi ruang pernyataan sikap.
Jumat (5/6/2026), halaman Markas Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan, berubah menjadi panggung satire sosial. Lima personel Slank muncul menggunakan mobil odong-odong dengan topeng berwajah monyet, berjalan melewati deretan poster kritik yang menyoroti berbagai isu sosial dan politik yang tengah menjadi perbincangan publik. Suasana semakin terasa teatrikal dengan tata ruang bergaya industrial yang sengaja dirancang untuk menyatu dengan tema album terbaru mereka, Republik FuFuFaFa.
Sehari kemudian, tepat pada Sabtu (6/6/2026) pukul 00.00 WIB, album tersebut resmi mengudara di berbagai platform digital. Waktu perilisannya pun bukan kebetulan. Slank memilih momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk menegaskan salah satu pesan utama yang mereka usung: alam sedang berbicara, dan manusia sudah terlalu lama mengabaikannya.
Di album studio ke-26 ini, Slank terdengar seperti band yang kembali menemukan naluri paling liarnya. Bukan dalam arti musikal semata, melainkan dalam keberanian menyampaikan keresahan. Republik FuFuFaFa menghadirkan kembali energi rock alternatif yang selama bertahun-tahun menjadi identitas mereka, tetapi kali ini dibalut dengan komentar sosial yang lebih tajam dan tanpa banyak basa-basi.
Kaka, Bimbim, Ridho, Ivanka, dan Abdee meramu album ini dari empat unsur yang mereka sebut sebagai fondasi utama Slank: cinta, alam, sosial, dan semangat anak muda. Hasilnya adalah kumpulan lagu yang bergerak lincah antara kritik, sindiran, refleksi, hingga nostalgia.
Lagu pembuka sekaligus nomor utama, “Republik FuFuFaFa”, menjadi representasi paling jelas dari arah album ini. Lagu tersebut sebelumnya telah lebih dulu mencuri perhatian publik pada akhir 2025 berkat liriknya yang menyentil persoalan moralitas bangsa dan budaya digital yang semakin gaduh.
Dari sana, album bergerak ke wilayah yang lebih spesifik. “Rusak Ancur” menjadi potret kemarahan terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi atas nama pembangunan. “Jangan Rakus” menghidupkan kembali semangat antikorupsi yang sejak lama menjadi bagian dari DNA Slank. Sementara “PPN 12%” menangkap kegelisahan masyarakat terhadap tekanan ekonomi dan kebijakan fiskal yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, Republik FuFuFaFa tidak sepenuhnya dipenuhi amarah. Di sela-sela kritik yang menggelegar, Slank masih menyisakan ruang untuk emosi yang lebih personal. “Di Dekatmu”, “My Rinduku”, “Bunga Rindu”, hingga “Ku Tak Mungkin” memperlihatkan sisi romantis dan reflektif yang selama ini menjadi salah satu kekuatan penulisan lagu mereka.
Salah satu momen paling menyentuh hadir melalui “Papa Sid”. Lagu tersebut menjadi ungkapan kerinduan Bimbim terhadap sosok yang dianggap sebagai panutan dan memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya. Di tengah album yang penuh sindiran terhadap keadaan, lagu ini hadir sebagai jeda yang hangat dan manusiawi.
Proses pengerjaan Republik FuFuFaFa berlangsung selama bulan Ramadan 2025. Seluruh materi direkam di Flat 5 Studio milik Ridho Hafiedz dan Parah Studio Potlot, menghasilkan sepuluh lagu baru yang terasa seperti dokumentasi kegelisahan Slank terhadap Indonesia hari ini.
Menariknya, pesan lingkungan yang menjadi salah satu tema utama album tidak hanya hadir dalam lirik. Saat peluncuran album, para personel tampil dengan kostum orangutan dan riasan badut nakal. Sebuah simbol visual yang menggabungkan ironi dan kritik terhadap deforestasi, eksploitasi alam, serta absurditas berbagai persoalan yang mereka lihat di sekitar.
Selain tersedia di layanan streaming, Republik FuFuFaFa juga dirilis dalam format fisik terbatas berupa kaset pita, CD, dan vinyl. Langkah yang terasa tepat untuk sebuah album yang tampaknya memang ingin dikenang, bukan sekadar didengarkan lalu dilupakan.
Lebih dari empat dekade sejak pertama kali berdiri, Slank masih melakukan apa yang selalu mereka lakukan dengan baik: berbicara lantang ketika banyak orang memilih diam. Melalui Republik FuFuFaFa, mereka tidak menawarkan solusi atas segala kekacauan yang sedang terjadi. Namun setidaknya, mereka mengubah kegelisahan menjadi musik yang bisa dinyanyikan bersama.
Daftar Lagu:
- Republik FuFuFaFa
- Rusak Ancur
- Jangan Rakus
- PPN 12%
- Di Dekatmu
- My Rinduku
- Papa Sid
- Bunga Rindu
- Buka Baju
- Ku Tak Mungkin
