Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh hadirnya sederet karya baru. Sixty Nine Music Factory resmi meluncurkan enam lagu terbaru ciptaan Janner Clay Siahaan dalam konferensi pers yang digelar di Bali Coffee Club, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Peluncuran ini menjadi langkah terbaru Sixty Nine Music Factory dalam menghadirkan katalog musik yang beragam sekaligus memperkenalkan karya-karya dari enam musisi dengan karakter musikal yang berbeda. Acara tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh industri musik, seperti Bebi Romeo, Addie MS, dan Once Mekel, yang hadir memberikan apresiasi terhadap para kreator dan penyanyi yang terlibat.
Janner Clay Siahaan menjelaskan bahwa keenam lagu tersebut lahir dari proses kreatif yang panjang dengan pendekatan musikal yang disesuaikan dengan karakter masing-masing penyanyi.
“Keenam karya ini adalah buah dari proses kontemplasi dan kolaborasi panjang yang melibatkan hati dan energi luar biasa. Melalui Sixty Nine Music Factory, kami ingin memberikan wadah bagi ekspresi musikal yang jujur. Menghadirkan enam warna berbeda dari musisi-musisi berbakat ini adalah cara kami merayakan keberagaman musik Indonesia. Saya berharap karya-karya ini bisa mendapatkan tempat yang hangat di hati para pecinta musik,” ujar Janner Clay Siahaan.
Enam karya yang diperkenalkan meliputi “Aku Kamu Jadi Satu” yang dibawakan Chikal, “Terhempas” dari IKINIKO, “Kita Ratu Dansa” milik TRI3VOICES, “Surat untuk Penakluk Hatiku” yang dinyanyikan Clay Siahaan bersama Sisca Insani, “Kamu Sedikit Gila” dari Vitalia, serta “Hey” yang dibawakan Chaplin.
Chikal membuka babak baru dalam kariernya melalui single debut solo “Aku Kamu Jadi Satu”. Setelah bertahun-tahun tampil membawakan lagu-lagu milik musisi lain bersama band ZAQS, penyanyi tersebut kini memperkenalkan karya orisinal yang mengangkat kisah perjuangan cinta dengan balutan pop yang hangat dan mudah dinikmati.
Duo IKINIKO yang beranggotakan Ikky Fadhil dan Nico Alfandio turut memperkenalkan single perdana bertajuk “Terhempas”. Lagu pop ballad tersebut menghadirkan kisah tentang kehilangan dan proses menerima kenyataan melalui aransemen minimalis yang menonjolkan kekuatan vokal serta permainan gitar akustik.
Sementara itu, trio vokal TRI3VOICES yang diperkuat Natasha Pramudita, Ranty Purnamasari, dan Inez Yuanna memulai perjalanan mereka di industri musik pop melalui “Kita Ratu Dansa”. Mengusung nuansa Latin pop yang enerjik, lagu tersebut mengajak pendengar merayakan kebersamaan, rasa percaya diri, dan semangat persahabatan.

Kolaborasi Clay Siahaan dan Sisca Insani juga menjadi salah satu sorotan dalam peluncuran ini. Lewat “Surat untuk Penakluk Hatiku”, keduanya memadukan warna pop dan jazz dalam sebuah lagu romantis yang mengangkat rasa syukur atas kehadiran seseorang yang membawa perubahan dalam hidup. Harmoni vokal keduanya menjadi kekuatan utama yang memperkaya nuansa emosional lagu tersebut.
Di sisi lain, Vitalia menghadirkan pendekatan yang berbeda melalui “Kamu Sedikit Gila”. Penyanyi tersebut memilih menghidupkan kembali nuansa musik era 1960-an dan 1970-an dengan sentuhan retro yang dipadukan produksi modern. Aransemen vintage, groove yang ringan, dan lirik yang jenaka menjadi identitas utama single tersebut sekaligus mempertegas karakter musikal Vitalia.
Peluncuran enam karya ini juga memperkenalkan “Hey” yang dibawakan Chaplin. Kehadiran lagu tersebut melengkapi keberagaman katalog Sixty Nine Music Factory yang kali ini menampilkan berbagai pendekatan musikal, mulai dari pop romantis, pop ballad, Latin pop, pop-jazz, hingga musik bernuansa retro.
Melalui enam rilisan tersebut, Sixty Nine Music Factory ingin menunjukkan bahwa keberagaman menjadi salah satu kekuatan utama industri musik Indonesia. Dengan menghadirkan penyanyi yang berasal dari latar belakang berbeda dan karakter musikal yang beragam, label ini berharap setiap karya mampu menjangkau pendengar yang lebih luas sekaligus membuka ruang apresiasi bagi talenta-talenta baru di industri musik nasional.
