Di tengah dominasi band-band hardcore punk yang identik dengan energi keras dan semangat perlawanan, hadir sebuah kelompok musik dengan konsep yang tidak biasa. Sakinah Mawaddah Warahmah (SMW) tampil sebagai band keluarga yang menjadikan musik sebagai ruang ekspresi sekaligus wadah untuk mewujudkan mimpi bersama.
Grup ini digawangi oleh Dani Onyonk yang mengisi posisi gitaris dan vokalis, Wulan Estriyani sebagai vokalis, serta putri mereka, Zea Ghazalla, yang juga dipercaya sebagai vokalis. Kehadiran SMW menjadi cerminan perjalanan sebuah keluarga yang dipersatukan oleh kecintaan terhadap musik.
Wulan sendiri bukan nama baru di dunia musik. Ia telah aktif bermusik sejak duduk di bangku SMP. Perjalanannya di dunia pertunjukan musik kemudian mempertemukannya dengan Dani. Hubungan yang berawal dari skena musik itu berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Setelah sekitar satu dekade vakum, keduanya memutuskan kembali berkarya pada 2025 dengan mengusung genre hardcore punk.

Formasi SMW kemudian semakin kuat dengan bergabungnya dua anggota keluarga lainnya, yakni Om Kups sebagai drummer dan Om Buls sebagai bassist. Om Kups, yang merupakan saudara Dani, telah bermain musik bersama sejak masa sekolah dasar. Pengalaman panjang mereka di berbagai panggung dan festival musik menjadi modal penting dalam membangun karakter musikal band tersebut.
Sementara itu, Om Buls memiliki peran tersendiri dalam perjalanan grup ini. Ia disebut sebagai sosok yang memperkenalkan Wulan kepada genre hardcore punk. Berkat kedekatannya dengan komunitas hardcore di Bogor sejak masa sekolah, Om Buls turut memberi warna kuat terhadap identitas musik yang diusung SMW.
Langkah awal perjalanan mereka ditandai dengan perilisan single perdana berjudul “Ayok Main”. Lagu tersebut dibawakan oleh Zea Ghazalla yang saat itu masih berusia enam tahun. Penampilan Zea dengan karakter vokal polos khas anak-anak berhasil menarik perhatian warganet dan mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Antusiasme publik terhadap lagu tersebut menjadi salah satu alasan utama terbentuknya SMW sebagai grup musik resmi. Nama Sakinah Mawaddah Warahmah dipilih bukan tanpa alasan. Bagi para personelnya, nama tersebut merupakan doa dan harapan agar perjalanan keluarga maupun karier bermusik mereka senantiasa berjalan harmonis dan penuh keberkahan.
Bagi Dani dan Wulan, SMW merupakan perwujudan mimpi yang sempat tertunda selama bertahun-tahun. Sementara bagi Zea, yang telah bercita-cita menjadi penyanyi sejak usia dini, band ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya.
Dengan konsep yang unik dan berangkat dari ikatan keluarga yang kuat, Sakinah Mawaddah Warahmah hadir bukan hanya sebagai band hardcore punk, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, keberanian untuk memulai kembali, dan kecintaan terhadap musik. Di tengah perkembangan skena musik independen Tanah Air, kehadiran SMW menawarkan warna berbeda yang memadukan semangat hardcore dengan hangatnya hubungan keluarga.
