Setelah merilis single terbaru berjudul We Are Not Fall In di berbagai platform digital pada 11 Mei 2026, mantan vokalis band rock Edane, Heri Batara, resmi meluncurkan video musik untuk lagu tersebut pada Sabtu (13/6/2026).
Video musik ini menampilkan konsep penampilan band secara langsung di dalam studio dengan nuansa visual yang gelap dan penuh distorsi. Dalam proses produksinya, Heri Batara didampingi oleh sejumlah musisi pendukung, yakni William Agathan (gitar), Kemal Fasya (drum), dan Indra (bass).
Menurut Heri Batara, konsep visual tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan tema lagu yang sarat dengan suasana suram dan penuh pertanyaan terhadap berbagai realitas yang terjadi di sekitar masyarakat.
“Kami mencoba menampilkan visual yang agak gelap dengan banyak distorsi untuk mewakili tema lirik lagu We Are Not Fall In yang suram. Konsep penampilan dalam format band live juga sengaja dipilih untuk menunjukkan bahwa Heri Batara merupakan sebuah format band,” ujar Heri.
Proses pengambilan gambar berlangsung relatif lancar dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, tantangan justru muncul saat memasuki tahap pascaproduksi.
“Proses syutingnya cepat. Yang cukup memakan waktu justru saat memasuki tahap editing karena harus dilakukan berulang kali agar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.
Untuk menggarap video musik tersebut, Heri mempercayakan proses kreatif kepada PJ, seorang kreator video yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari sejumlah rekan dekatnya. Heri mengaku tertarik dengan sentuhan musikal yang kuat dalam karya-karya PJ sebelumnya.
“Saya pernah melihat beberapa video karya PJ yang terasa sangat musikal. Selain itu, dia juga terbuka terhadap masukan dan nyaman diajak bekerja sama,” jelasnya.
Secara lirik, We Are Not Fall In ditulis oleh Heri Batara bersama Mev. Lagu ini mengangkat tema tentang upaya bangkit dan tidak kembali terjebak dalam situasi yang pernah membawa dampak buruk. Melalui liriknya, lagu tersebut juga menyoroti berbagai janji dan pernyataan yang kerap menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.
Karakter vokal yang garang dan energi khas Heri Batara tetap terasa kuat dalam video musik ini. Penampilan tersebut mengingatkan penggemar pada era ketika dirinya memperkuat Edane dalam album Jabrik dan Borneo.
Pria yang akrab disapa Ucok itu menegaskan bahwa We Are Not Fall In menjadi langkah awal untuk kembali aktif meramaikan industri musik rock Indonesia.
“Peta musik rock Tanah Air saat ini sangat menarik. Banyak musisi muda bermunculan dan membuat skena rock semakin semarak. Saya ingin ikut bersaing dan berkarya bersama mereka,” ujarnya.
Dalam proses penggarapan musik, Heri mempercayakan aransemen lagu kepada Mev. Meski demikian, ia tetap terlibat dalam memberikan arahan dan masukan terkait warna musik yang ingin ditampilkan.
“Untuk aransemen saya percayakan kepada Mev karena dia memiliki kapasitas di bidang tersebut. Saya tetap memantau dan memberikan masukan mengenai arah musiknya,” tambah Heri.
Sementara itu, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik mengaku puas dengan hasil akhir video musik tersebut. Sebagai rekan lama Heri Batara, ia optimistis single ini akan menjadi awal dari rangkaian karya baru yang akan dirilis secara bertahap.
Menurut Eko, strategi promosi ke depan akan difokuskan pada penampilan langsung di berbagai panggung, media sosial, radio streaming, serta dukungan dari media musik dan hiburan.
“Dalam setahun ke depan kami menargetkan Heri Batara dapat merilis lima hingga enam single baru sebelum akhirnya merangkum karya-karya tersebut dalam sebuah EP,” ungkap Eko.
Heri Batara pun memastikan bahwa dirinya telah menyiapkan materi-materi baru untuk melanjutkan perjalanan musiknya.
“Yang jelas saya akan terus menulis dan menyiapkan lagu-lagu berikutnya,” tutupnya.
Video musik Heri Batara – We Are Not Fall In yang diproduksi oleh Rock On Music dan Cadaazz Pustaka Musik kini telah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Cadaazz Pustaka Musik.
