{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
AXEAN Festival resmi mengumumkan deretan musisi gelombang pertama untuk edisi 2026 yang akan berlangsung pada 29–30 Agustus mendatang di Jimbaran Hub, Bali. Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, festival ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu platform konferensi dan showcase musik terbesar di Asia Tenggara.
Tahun ini, Indonesia menjadi salah satu sorotan utama dalam pengumuman lineup perdana. Sejumlah nama dari berbagai spektrum musik dipastikan tampil, mulai dari Ndarboy Genk, Basajan, LOR, Babon, Satu Per Empat, Jo Soegono, Emptyyy, hingga Noni. Kehadiran mereka mencerminkan keberagaman lanskap musik Indonesia yang terus berkembang dan semakin mendapat perhatian di tingkat regional maupun internasional.
Selain deretan musisi Tanah Air, AXEAN Festival 2026 juga menghadirkan talenta dari berbagai negara Asia Tenggara. Malaysia akan diwakili oleh MASDO, Pitahati, serta kolaborasi Lil Asian Thiccie x dj magn3sium. Filipina mengirimkan PLAYERTWO, ALYSON, dan Novocrane. Dari Singapura hadir Subsonic Eye dan kolektif eksperimental sub:shaman, sementara Thailand memperkuat lineup melalui Yellow Fang, INSPIRATIVE, SLOWWVES, dan Cupnoodle.
Cakupan internasional festival ini semakin luas dengan kehadiran Scamper dari Makau serta Treaks dari Prancis. Kehadiran musisi dari luar kawasan Asia Tenggara menunjukkan ambisi AXEAN Festival untuk menjadi ruang pertemuan kreatif yang menjembatani talenta regional dengan jaringan industri musik global.
Salah satu pendiri AXEAN Festival, Piyapong Muenprasertdee, menjelaskan bahwa proses kurasi tidak hanya berfokus pada kualitas pertunjukan, tetapi juga memberikan ruang bagi musisi dari skena yang selama ini belum banyak mendapat sorotan internasional.
Menurutnya, AXEAN Festival berupaya menghadirkan musisi dengan kualitas pertunjukan langsung yang kuat sekaligus memiliki visi artistik yang jelas, sehingga dapat membuka peluang baru bagi perkembangan karier mereka di masa depan.
Senada dengan itu, co-founder AXEAN Festival David Siow menyebut bahwa banyak nama dalam lineup tahun ini memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Ia meyakini para pengunjung akan menemukan sejumlah artis yang berada di ambang lompatan besar dalam perjalanan karier mereka.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, AXEAN Festival 2026 juga memperkenalkan sejumlah program baru. Salah satunya adalah Songwriting Camp yang dirancang sebagai ruang kolaborasi kreatif bagi para musisi. Program tersebut mengedepankan semangat berbagi ide dan membangun jejaring dibandingkan kompetisi.
Festival ini juga akan menghadirkan area kuliner dengan konsep yang terinspirasi dari budaya hawker center dan food court khas Asia Tenggara. Beragam sajian dari berbagai negara akan dikurasi dalam satu kawasan untuk memperkenalkan kekayaan budaya regional melalui pengalaman kuliner.
Sebagai platform industri, AXEAN Festival tetap mempertahankan program panel diskusi, business matchmaking, dan sesi networking yang mempertemukan musisi, label rekaman, festival, media, hingga pelaku industri musik dari berbagai negara.
Tiket AXEAN Festival 2026 telah tersedia melalui Loket.com. Pada periode early bird, tiket harian dijual seharga Rp75.000, sementara tiket terusan dua hari dapat diperoleh dengan harga Rp150.000.
Sejak pertama kali digelar pada 2020, AXEAN Festival telah menghadirkan lebih dari 200 musisi dari 20 negara, melibatkan ratusan delegasi industri musik internasional, serta menjangkau puluhan ribu penonton dari berbagai belahan dunia. Rekam jejak tersebut semakin mengukuhkan AXEAN Festival sebagai salah satu platform ekspor musik paling berpengaruh di Asia Tenggara.
