Ajang Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 kembali digelar sebagai ruang temu strategis bagi pelaku industri kreatif sekaligus panggung kuratorial bagi karya ilustrasi dan seni visual kontemporer. Tahun ini, JICAF menegaskan perannya sebagai platform seleksi karya dengan melibatkan kurator dari berbagai disiplin industri kreatif.
Melalui Board of Curators, JICAF 2026 menggandeng praktisi dari beragam sektor, mulai dari film, desain, ilustrasi, penerbitan, hingga hiburan. Pendekatan lintas industri ini diharapkan menghadirkan perspektif yang lebih kaya dalam proses kurasi, sehingga karya yang terpilih tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga memiliki relevansi konteks serta karakter yang kuat.
Sejumlah nama yang tergabung dalam jajaran kurator antara lain Adjis Doaibu yang membawa perspektif dari ranah hiburan dan budaya populer. Selain itu, Sherina Munaf turut berperan sebagai kurator kategori SPARKS, sebuah kategori yang berfokus pada talenta baru. Dengan latar belakangnya sebagai musisi, aktor, dan kreator, Sherina menghadirkan sudut pandang segar dalam melihat potensi dan suara artistik generasi baru.
Untuk kategori PROFESSIONAL, JICAF menghadirkan Hermawan Tanzil, pendiri LeBoYe Graphic Design Studio, serta Dimas Djayadiningrat, sutradara film dan komersial ternama. Keduanya akan menilai karya dari seniman yang telah memiliki pengalaman profesional minimal tiga tahun.
Selain itu, Board of Curators juga diperkuat oleh sejumlah figur lintas bidang seperti Marchella FP, Hadi Ismanto, Ykha Amelz, Andrey Noelfry, Irvine Priscillia, hingga Nicola Schwartz. Keberagaman latar belakang ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan proses kurasi yang inklusif dan representatif terhadap perkembangan industri kreatif saat ini.
Fair Director JICAF 2026, Sunny Gho, menyampaikan bahwa kurasi tahun ini tidak hanya berfokus pada kualitas visual, tetapi juga berupaya menangkap dinamika budaya yang tengah berkembang. “Kami ingin memastikan karya-karya yang hadir di JICAF 2026 dipilih bukan hanya berdasarkan kualitas visual, tetapi juga karena memiliki suara, keberanian, dan relevansi budaya,” ujarnya.
Dalam proses seleksi, JICAF 2026 menghadirkan dua kategori utama, yaitu SPARKS dan PROFESSIONAL. Kategori SPARKS ditujukan bagi talenta baru, termasuk kreator pemula dan otodidak, dengan penilaian pada orisinalitas, insting kreatif, serta potensi artistik. Sementara itu, kategori PROFESSIONAL diperuntukkan bagi kreator berpengalaman dengan fokus pada penguasaan teknis, kualitas eksekusi, dan kematangan pendekatan visual.
Melalui skema ini, JICAF membuka ruang yang setara bagi talenta baru maupun profesional untuk memperoleh apresiasi berdasarkan karakter dan kualitas karya masing-masing.
JICAF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17 September hingga 4 Oktober 2026. Ajang ini akan menampilkan karya-karya terpilih yang diharapkan mampu merepresentasikan semangat baru dalam ilustrasi dan seni kreatif Indonesia, sekaligus menjadi wadah untuk menemukan suara-suara kreatif yang akan membentuk lanskap budaya visual di masa depan.
