Unit rock metal asal Jakarta, Seringai, resmi merilis album terbaru bertajuk IV: Anastasis pada Kamis, 16 April 2026 lalu. Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang Seringai sejak terbentuk pada 2002, sekaligus penanda fase baru yang sarat emosi dan refleksi.
Setelah dirilis secara digital, album IV: Anastasis hadir dalam format fisik pada 23 April 2026. Di hari yang sama, Seringai menggelar perayaan bertajuk Seringai IV: Anastasis Album Launch yang berlangsung di M Bloc Live House.
Pada konser spesial ini, Seringai tampil dengan format lima personel untuk pertama kalinya. Selain trio inti yang terdiri dari Edy Khemod (drum), Sammy Bramantyo (bass) dan Arian 13 (vokal), mereka diperkuat oleh dua gitaris tambahan, yakni Angga Kusuma (eks Taring) dan Darma Respati dari Negatifa. Dalam kesempatan konser tersebut, Arian 13 juga secara langsung memperkenalkan Angga dan Darma sebagai additional guitar player untuk kebutuhan sesi live Seringai ke depan.
Konser ini dibuka oleh BongaBonga, Masakre dan Stepforward, tiga band yang memiliki keterkaitan erat dengan almarhum Ricky Siahaan sebelum ia bergabung dengan Seringai. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang memiliki peran besar dalam perjalanan band.
Selain membawakan materi dari album IV: Anastasis, Seringai juga menghidupkan kembali sejumlah lagu andalan mereka, termasuk Serigala Militia dan Individu Merdeka yang disambut antusias oleh para penggemar.
Dalam keterangannya, Arian 13 mengungkapkan bahwa awalnya album ini dirancang berisi 13 lagu. Namun, satu lagu akhirnya tidak dimasukkan karena dianggap belum cukup matang. Ia bahkan sempat berkelakar bahwa lagu tersebut bisa saja ditawarkan kepada band lain.
Secara musikal, IV: Anastasis tetap mempertahankan identitas Seringai dengan racikan metal, rock, dan hardcore yang intens. Namun dari sisi lirik, album ini menghadirkan nuansa yang lebih emosional, dipenuhi amarah, kehilangan, sekaligus refleksi mendalam.

Album ini juga menjadi rilisan pertama Seringai setelah kepergian Ricky Siahaan pada April 2025. Kehilangan tersebut menjadi latar emosional yang kuat dalam proses kreatif album, sekaligus mempertegas ketahanan Seringai sebagai unit yang terus bergerak maju.
Sejak awal kariernya, Seringai telah menelurkan sejumlah rilisan penting seperti High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007), Taring (2012), dan Seperti Api (2018). Dengan hadirnya IV: Anastasis, Seringai kembali membuktikan konsistensi mereka sebagai salah satu band metal paling berpengaruh di Indonesia, sekaligus menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi di tengah dinamika dan kehilangan.
