Rapper era 1990-an Vanilla Ice kembali membawakan lagu hit ikoniknya, “Ice Ice Baby”, pada malam pergantian tahun 2025 yang digelar Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida. Namun, alih-alih nostalgia semata, penampilan tersebut justru memicu gelombang kontroversi dan kecaman luas di media sosial.
Vanilla Ice mengenakan setelan dan topi putih, menyanyikan “Ice Ice Baby” di atas panggung, sementara seorang penari dengan kostum Kura-kura Ninja (Teenage Mutant Ninja Turtle) ikut meramaikan suasana.
Tak lama setelah video tersebut viral, warganet ramai melontarkan komentar bernada sindiran dan kritik. Banyak yang mengejek pemilihan lagu, relevansi Vanilla Ice sebagai penampil, hingga konteks politik dari acara tersebut.
“Satu-satunya lagu yang dia punya, lol,” tulis seorang pengguna, komentar yang kemudian mendapat ribuan tanda suka. Komentar lain menyebut, “Ini adalah musisi paling relevan yang bisa didapatkan MAGA. Bintang one hit wonder dari 35 tahun lalu.”
Rapper era 1990-an Vanilla Ice kembali membawakan lagu hit ikoniknya, “Ice Ice Baby”, pada malam pergantian tahun 2025 yang digelar Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida. Namun, alih-alih nostalgia semata, penampilan tersebut justru memicu gelombang kontroversi dan kecaman luas di media sosial. Vanilla Ice mengenakan setelan dan topi putih, menyanyikan “Ice Ice Baby” di atas panggung, sementara seorang penari dengan kostum Kura-kura Ninja (Teenage Mutant Ninja Turtle) ikut meramaikan suasana. Tak lama setelah video tersebut viral, warganet ramai melontarkan komentar bernada sindiran dan kritik. Banyak yang mengejek pemilihan lagu, relevansi Vanilla Ice sebagai penampil, hingga konteks politik dari acara tersebut. “Satu-satunya lagu yang dia punya, lol,” tulis seorang pengguna, komentar yang kemudian mendapat ribuan tanda suka. Komentar lain menyebut, “Ini adalah musisi paling relevan yang bisa didapatkan MAGA. Bintang one hit wonder dari 35 tahun lalu.” Kontroversi semakin memanas ketika sebagian pengguna media sosial mengaitkan penampilan “Ice Ice Baby” dengan isu kebijakan anti-imigrasi pemerintahan Trump. Sejumlah warganet menafsirkan judul lagu tersebut sebagai sindiran atau bahkan bentuk propaganda terhadap ICE (Immigration and Customs Enforcement), lembaga penegak imigrasi AS yang kerap menjadi sorotan dalam kebijakan keras Trump terhadap imigran. Meski tafsir tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Vanilla Ice maupun pihak penyelenggara, spekulasi tersebut turut memperkuat kritik publik terhadap penampilan sang rapper di acara yang sarat nuansa politik. Ini bukan kali pertama Vanilla Ice tampil di perayaan Tahun Baru di Mar-a-Lago. Ia juga pernah menjadi penampil dalam acara serupa pada 2021. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, daftar tamu pesta Tahun Baru kali ini dinilai semakin menonjolkan lingkaran politik dan elite kekuasaan. Beberapa tokoh yang dilaporkan hadir antara lain miliarder asal Uni Emirat Arab Hussain Sajwani, produser film Brett Ratner, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Ketua Fraksi Partai Republik di DPR Tom Emmer, serta mantan pembawa acara televisi yang kini menjabat sebagai Jaksa Agung AS, Jeanine Pirro.
Kontroversi semakin memanas ketika sebagian pengguna media sosial mengaitkan penampilan “Ice Ice Baby” dengan isu kebijakan anti-imigrasi pemerintahan Trump. Sejumlah warganet menafsirkan judul lagu tersebut sebagai sindiran atau bahkan bentuk propaganda terhadap ICE (Immigration and Customs Enforcement), lembaga penegak imigrasi AS yang kerap menjadi sorotan dalam kebijakan keras Trump terhadap imigran.
Meski tafsir tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Vanilla Ice maupun pihak penyelenggara, spekulasi tersebut turut memperkuat kritik publik terhadap penampilan sang rapper di acara yang sarat nuansa politik.
Ini bukan kali pertama Vanilla Ice tampil di perayaan Tahun Baru di Mar-a-Lago. Ia juga pernah menjadi penampil dalam acara serupa pada 2021. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, daftar tamu pesta Tahun Baru kali ini dinilai semakin menonjolkan lingkaran politik dan elite kekuasaan. Beberapa tokoh yang dilaporkan hadir antara lain miliarder asal Uni Emirat Arab Hussain Sajwani, produser film Brett Ratner, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Ketua Fraksi Partai Republik di DPR Tom Emmer, serta mantan pembawa acara televisi yang kini menjabat sebagai Jaksa Agung AS, Jeanine Pirro.