Spekulasi mengenai masa depan Arnel Pineda bersama Journey mencuat menjelang pengumuman tur perpisahan band legendaris tersebut. Journey sebelumnya telah mengonfirmasi akan memulai tur perpisahan mereka pada 28 Februari mendatang di Hershey, Pennsylvania. Namun, pernyataan terbaru dari Pineda memicu dugaan bahwa ia tidak akan ambil bagian dalam rangkaian tur tersebut.
Isu ini bermula dari sebuah unggahan Instagram drummer Journey, Deen Castronovo, yang membagikan foto kebersamaannya dengan Neal Schon, Todd Jensen, dan Jason Derlatka saat tampil di jeda pertandingan San Francisco 49ers di Stadion Levi’s pada 28 Desember 2025. Dalam keterangannya, Castronovo menulis, “Saat-saat menyenangkan di Stadion Levi’s tadi malam bersama saudara-saudaraku dari Journey di pertandingan San Francisco 49ers.”
Komentar Arnel Pineda di unggahan tersebut langsung menyita perhatian penggemar. “Selamat dan semoga tur perpisahanmu di tahun 2026 berjalan lancar,” tulis Pineda. Penggunaan frasa “tur perpisahanmu” memicu kekhawatiran bahwa sang vokalis tidak lagi menjadi bagian dari rencana Journey ke depan.

Reaksi penggemar pun bermunculan di kolom komentar. Seorang penggemar menulis, “Arnel, kamu seharusnya juga ada di sana. Tolong, pertimbangkan lagi.” Penggemar lain bahkan menyatakan kekecewaannya atas kemungkinan perubahan formasi band, dengan mengatakan akan menjual tiket barisan depan jika Pineda benar-benar absen dari tur.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Journey maupun Arnel Pineda terkait status keikutsertaannya dalam tur perpisahan tersebut. Namun, absennya Pineda dalam beberapa penampilan terbaru Journey turut memperkuat spekulasi. Ia tidak tampil dalam penampilan band di jeda pertandingan 49ers, yang disebut-sebut karena bentrok jadwal. Dalam kesempatan tersebut, Deen Castronovo mengambil alih posisi vokal utama.
Dua pekan sebelumnya, Pineda juga absen bersama pemain keyboard dan gitar Jonathan Cain dalam penampilan tamu Journey di acara The Voice. Saat itu, Neal Schon sempat menanggapi rumor yang berkembang dengan menegaskan bahwa ketidakhadiran mereka tidak berarti keluar dari band. “Agar tidak ada kebingungan, ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk membuat seolah-olah Jonathan atau Arnel tidak lagi berada di band. Mereka tidak dapat hadir di ‘The Voice.’ Saya hanya akan pergi ke sana bersama Deen, Todd, dan Jason untuk mempromosikan tur kami yang akan datang dan bersenang-senang,” tulis Schon di media sosial X.
Nama Arnel Pineda, musisi asal Filipina sendiri sempat menjadi sorotan tajam usai video penampilan Journey di Rock in Rio 2024 viral di media sosial. Dalam video tersebut, Pineda terlihat kesulitan mencapai nada tinggi saat membawakan “Don’t Stop Believin’”, yang diperparah oleh masalah monitor di atas panggung. Kritik keras pun bermunculan, meski tak sedikit musisi dan penggemar yang membelanya dengan menyebut faktor teknis dan tantangan bernyanyi secara live.
Menanggapi tekanan tersebut, Pineda sempat mengungkapkan kekecewaannya dan bahkan menawarkan diri untuk meninggalkan Journey jika para penggemar menginginkannya. Ia menyebut merasa terbayangi oleh satu kegagalan, meski telah mengabdi selama bertahun-tahun dengan konsistensi vokal yang tinggi.
Arnel Pineda bergabung dengan Journey pada tahun 2007 setelah band menemukan videonya di YouTube, menjadikannya vokalis keempat dalam sejarah Journey. Ia menggantikan Steve Augeri yang menjabat sebagai vokalis pada periode 1998–2006. Sebelumnya, Journey dikenal dengan vokalis pendiri Gregg Rolie (1973–1980) dan suara ikonis Steve Perry (1977–1987; 1991; 1995–1998).
Dengan semakin dekatnya jadwal tur perpisahan, ketidakpastian mengenai kehadiran Arnel Pineda menambah tanda tanya besar bagi para penggemar. Apakah Journey akan benar-benar menutup perjalanan panjang mereka tanpa sosok vokalis yang telah menemani band selama hampir dua dekade terakhir, masih menunggu jawaban resmi.
