Setelah cukup lama menghilang dari hiruk-pikuk industri musik keras Indonesia, Heri “Ucok” Batara akhirnya kembali memperkenalkan karya terbaru lewat single berjudul “We Are Not Fall In”. Lagu ini menjadi penanda comeback sang vokalis yang dikenal lewat era agresifnya bersama Edane pada album “Jabrik” dan “Borneo”.
Masih mengusung karakter musik keras yang beringas dan menghentak, “We Are Not Fall In” menjadi pembuktian bahwa Heri Batara belum kehilangan taringnya di skena rock dan metal Tanah Air.
“Ya gue memang lama nggak muncul alias istirahat dari proses kreatif sebagai penyanyi dan penulis lagu. Alasan gue balik lagi karena banyak masukan dari teman-teman yang mendorong gue buat berkarya dan bikin lagu lagi. Selain itu, gue merasa masih bisa,” ujar Heri Batara.
Secara lirik, “We Are Not Fall In” membawa pesan tentang keberanian untuk move on dari situasi yang buruk dan tidak lagi terjebak pada janji atau omongan kosong.
“Lagu ini cerita tentang banyaknya omon-omon di multi sektor yang bikin kita bertanya, benar nggak sih yang diomongin atau dijanjikan? Bakalan kejeblos lagi nggak? Salah pilih jalan lagi nggak?” jelas Heri Batara yang akrab disapa Ucok.
Meski industri musik terus berubah, Heri Batara memilih tetap berada di jalur musik keras tanpa terlalu memikirkan label genre.
“Kalau soal genre saya agak nggak peduli. Saya nggak terlalu tahu nama-nama genre setelah hard rock, heavy metal, thrash metal. Intinya bikin aja, mainin yang kita bisa dan ngerti, bukan ikut-ikutan,” katanya.
Proyek solo ini turut melibatkan sejumlah musisi lintas generasi. Untuk urusan aransemen, Heri mempercayakan pengerjaannya kepada Mev, dibantu William Agathan di gitar serta Kemal Fasya di drum. Menurut Heri, proses kreatifnya cukup memakan waktu karena harus menyatukan visi musik antara generasi X dan generasi Z.
“Yang makan waktu itu proses awal menyamakan persepsi musik yang bagaimana dan seperti apa yang mau dibawain,” ujarnya.
Walau menggunakan nama pribadi sebagai identitas proyek, Heri menegaskan bahwa spirit yang dibangun tetaplah semangat sebuah band.
“Kita ini band, team whatever bilangnya. Pakai nama Heri Batara biar mempermudah. Di artwork single ini ada saya, Kemal Fasya dan William Agathan. Di belakang layar ada Mev dan Indra di bass,” terang Heri.
Sebagai mantan personel sekaligus eks manajer Edane, Heri Batara mengaku tidak terbebani oleh masa lalunya. Justru pengalaman tersebut menjadi pemicu untuk menghadirkan karya yang lebih matang.
“Prinsipnya dulu pernah terlibat dengan band bagus, sekarang bikin sendiri harus bagus juga atau kalau bisa lebih bagus,” tegasnya.
Sementara itu, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik optimistis kembalinya Heri Batara akan disambut antusias oleh penggemar musik rock dan metal Indonesia.
“Fans Edane dan pecinta musik rock-metal Indonesia sangat kangen dengan sosok Heri Batara. Tahun ini akan ada banyak rilisan baru yang fresh untuk dijadikan playlist para fans,” ujar Fransiscus.
Single “We Are Not Fall In” produksi Rock On Music dan Cadaazz Pustaka Musik kini sudah tersedia di berbagai platform digital. Sembari menunggu video musik resminya, penggemar sudah bisa menikmati video lirik lagu tersebut melalui kanal YouTube resmi Cadaazz Pustaka Musik.
