{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
Hari ini (29/11), ribuan penonton memadati Beach City International Stadium, Ancol, untuk menyaksikan konser Rich Brian – Where Is My Head? World Tour 2025, yang secara resmi dibuka pertama kali di Jakarta. ALOKA sebagai promotor menghadirkan pertunjukan dengan tata produksi berkelas internasional yang mengangkat pengalaman menonton ke level baru bagi para penggemar.
Sejak pintu dibuka pukul 13.00 WIB, antusiasme penonton terus mengalir. Area venue dipadati pengunjung yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Suasana semakin meriah dengan rangkaian penampilan pembuka dari Weird Genius dan PORIS, dua nama yang dipilih secara khusus untuk menguatkan energi panggung malam ini.

Budi ALOKA, Founder & CEO ALOKA, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya konser ini: “Hari ini menjadi moment penting bagi kami. Rich Brian memulai tur dunianya dari kota kelahirannya, dan kami bangga bisa membawa momentum sebesar ini kembali ke Jakarta,” kata Budi ALOKA.
Untuk konser ini, ALOKA menyiapkan sistem tata suara berpresisi tinggi, desain visual yang dikembangkan khusus untuk konsep Where Is My Head?, serta lighting atau pencahayaan yang mengedepankan dinamika emosi dari setiap lagu yang dibawakan Rich Brian.
Seluruh proses produksi dilakukan melalui kolaborasi tim kreatif lokal dan internasional, memastikan kualitas yang sejajar dengan penyelenggaraan konser besar dunia.Di tengah jalannya pertunjukan, Budi ALOKA menambahkan konser kali ini ada 30 song list yang dibawakan, dan ada kejutan yang disajikan yakni penampilan Warren Hue di 2 lagu sebelum konser berakhir dengan judul Getcho Mans dan Midsummer madness.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tujuan penonton konser besar, tetapi juga mampu menyelenggarakan pertunjukan yang setara dengan panggung global. Malam ini adalah bukti nyata kemampuan industri kreatif kita.”
Bagi Rich Brian, penampilan yang dibawakan malam ini dirancang lebih personal, lebih intim, dan lebih emosional membawa penonton menyelami perjalanan musikalnya sejak awal karier hingga karya terbaru yang menjadi dasar tur dunia ini.
Momen ini juga menjadi ajang selebrasi identitas, budaya, dan hubungan Brian dengan Indonesia yang tak pernah putus sejak awal kemunculannya di industri musik dunia.
Menutup konser, Budi ALOKA menyampaikan harapannya bagi masa depan industri hiburan Indonesia: “Kami berharap malam ini menjadi inspirasi baru bagi industri pertunjukan Indonesia. Semoga lebih banyak artis global yang membuka tur mereka di sini, dan lebih banyak talenta lokal yang mendapat panggung besar seperti ini.”
Konser di Jakarta pun ditutup dengan lagu Jelly Air Island, meninggalkan euforia yang masih bergema di hati ribuan penonton. Lebih dari sekadar konser, malam itu menjadi saksi bahwa Jakarta mendapat kehormatan sebagai pembuka perjalanan dunia Rich Brian. Sebuah awal, sebuah kenangan, dan sebuah kebanggaan bahwa Indonesia menjadi bagian penting dalam cerita tur dunia ini.
