Tidak ada lagi ruang untuk spekulasi. Avenged Sevenfold resmi menandai Jakarta sebagai salah satu titik krusial dalam siklus tur mereka berikutnya. Tanggalnya sudah terkunci, 10 Oktober 2026! Dan skalanya tidak main-main: Jakarta International Stadium (JIS) akan menjadi medan untuk sebuah produksi yang dirancang sebagai pernyataan, bukan sekadar pertunjukan.
Di bawah kendali Ravel Entertainment, konser ini diposisikan sebagai produksi stadion penuh, jenis show yang menuntut presisi teknis, daya tahan fisik, dan visi artistik yang solid. Dalam lanskap live music global yang semakin padat, keputusan membawa Avenged Sevenfold ke venue sebesar JIS bukan sekadar langkah logistik, melainkan deklarasi ambisi: ini adalah ritual massal untuk ribuan pasang mata, bukan konser yang bisa ditonton setengah hati.
Katalog mereka sudah cukup bicara. Nightmare dan Hail to the King bukan hanya sukses secara komersial, keduanya adalah tonggak yang menempatkan Avenged Sevenfold di garis depan modern metal. Di era streaming, miliaran plays menjadi bukti bahwa mereka tidak sekadar bertahan, tetapi terus berevolusi tanpa kehilangan taring.

Namun, siapa pun yang pernah melihat mereka secara langsung tahu: Avenged Sevenfold selalu lebih berbahaya di panggung. Formasi M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman adalah mesin yang bekerja dengan presisi tinggi, riff tajam, solo yang meledak, dan dinamika panggung yang dibangun seperti naskah film. Visual bukan sekadar hiasan; ia adalah bagian dari arsitektur pengalaman.
Jakarta akan mendapatkan versi penuh dari spektrum itu. Setlist diproyeksikan merentang dari era awal yang agresif hingga fase modern yang lebih kompleks dan eksperimental. Ini bukan paket “greatest hits” yang aman, ini adalah peta evolusi band dalam bentuk live, dengan semua sudut tajamnya tetap utuh.
Di sisi lain, Ravel Entertainment kembali mempertegas perannya sebagai penggerak utama konser berskala internasional di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta tidak lagi sekadar pasar potensial, ia telah menjadi titik tetap dalam jalur tur global. Infrastruktur venue, kesiapan audiens, dan keberanian promotor kini berada dalam satu garis yang sama.

Informasi tiket dan akses
Penjualan tiket dibagi dalam dua fase:
- Deathbat Pre-Sale: 6 April 2026, pukul 13.00 WIB
- General Sale: 8 April 2026, pukul 13.00 WIB
Tiket tersedia secara eksklusif melalui situs resmi konser. Dengan kapasitas Jakarta International Stadium yang besar namun basis penggemar yang militan, skenario sold out dalam waktu singkat bukan kemungkinan—melainkan ekspektasi realistis.
Lebih dari sekadar konser, ini adalah uji daya tahan: bagi band, bagi produksi, dan bagi audiens. Avenged Sevenfold tidak datang untuk bermain aman, mereka datang untuk menguasai panggung.
Untuk pembaruan terbaru, jadwal, dan detail tambahan, penggemar dapat mengikuti kanal resmi @ravelentertainment dan @hammersonicfest
