Panggung seni pertunjukan Jakarta kembali bergairah. Salah satu musikal Broadway paling ikonik sepanjang masa, Chicago The Musical, resmi diperkenalkan kepada publik ibu kota dan siap dipentaskan pada 8–12 April 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.Konferensi pers yang digelar di The Dharani House menandai dimulainya hitung mundur menuju salah satu pertunjukan seni paling dinantikan tahun ini. Lebih dari sekadar hiburan, Chicago hadir sebagai karya panggung yang memadukan koreografi presisi, musik jazz big band, serta satire sosial yang tetap relevan hingga hari ini.

Warisan Broadway, Energi Lokal
Sejak pertama kali dipentaskan di Broadway pada 1975, Chicago dikenal sebagai musikal dengan karakter kuat dan gaya koreografi khas karya Bob Fosse—minimalis, sensual, dan penuh ketegasan ritme. Versi filmnya pada 2002 bahkan meraih enam Academy Awards, termasuk Best Picture, mempertegas posisinya sebagai karya lintas generasi.
Produksi Jakarta menghadirkan adaptasi resmi berlisensi dengan dialog dalam Bahasa Indonesia yang lugas dan kontekstual, sementara seluruh lagu tetap dibawakan dalam Bahasa Inggris demi menjaga warna jazz dan nuansa Broadway yang otentik.
Pertunjukan ini diproduksi oleh ADPRO bekerja sama dengan Jakarta Art House, menghadirkan standar produksi internasional dengan sentuhan interpretasi lokal. Di bawah arahan Aldafi Adnan sebagai Sutradara dan Produser, produksi ini menekankan kekuatan cerita sekaligus kualitas teknis panggung.
“Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya megah secara visual, tetapi juga tajam secara pesan,” ujar Aldafi. “Chicago adalah refleksi tentang bagaimana citra dan sensasi bisa membentuk kebenaran di mata publik.”

Koreografi Ikonik, Nafas Performer Indonesia
Koreografi legendaris gaya Fosse diadaptasi oleh Hamada Abdool yang menghadirkan intensitas gerak penuh karakter dalam tubuh para performer Indonesia. Sementara itu, arahan musik berada di tangan Ivan Tangkulung, yang menjaga kekuatan aransemen jazz dan dinamika big band tetap hidup di atas panggung.
Deretan pemeran utama memperkuat daya tarik produksi ini. Putri Indam Kamila tampil sebagai Roxie Hart, karakter ambisius yang haus ketenaran. Velma Kelly diperankan oleh Galabby dengan persona kuat dan vokal berkarakter. Sementara peran pengacara flamboyan Billy Flynn dimainkan oleh Gusty Pratama. Ketiganya dikenal memiliki kemampuan triple threat—akting, menyanyi, dan menari—yang menjadi syarat utama musikal kelas dunia.Turut tampil pula Triarona, Kathy Permata, dan Ricky Alvano yang melengkapi dinamika panggung dengan karakter-karakter kuat.
Kritik Sosial dalam Balutan Hiburan
Berakar dari liputan kriminal jurnalis Amerika Maurine Dallas Watkins di era 1920-an, Chicago menyuguhkan kisah tentang manipulasi media, sensasi publik, dan permainan citra di ruang sidang. Tema tersebut terasa relevan di tengah budaya populer yang kerap mengaburkan batas antara fakta dan pertunjukan.
Melalui tata cahaya dramatis, kostum bergaya era jazz, serta komposisi musikal enerjik seperti “All That Jazz” dan “Cell Block Tango,” pertunjukan ini menjanjikan pengalaman teater yang memikat sekaligus menggugah refleksi.

Geliat Industri Pertunjukan Jakarta
Kehadiran Chicago The Musical menegaskan meningkatnya minat publik terhadap teater musikal di Indonesia. Produksi berskala internasional seperti ini tidak hanya memperkaya pilihan tontonan seni, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan memperkuat ekosistem seni pertunjukan nasional.
Dengan kombinasi satir cerdas, musik enerjik, dan koreografi kuat, Chicago siap menjadi salah satu sorotan utama kalender seni Jakarta 2026.Pertunjukan akan digelar pada 8–12 April 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Tiket tersedia melalui laman resmi penjualan di goers.co, sementara informasi terbaru dapat diikuti melalui Instagram @by.adpro
