Band rock Wongalas resmi memperkenalkan album perdana mereka bertajuk “Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat” dalam acara peluncuran yang digelar di Dungeon Lounge, Jakarta, pada 30 Juni 2026. Album ini menjadi penanda langkah awal Wongalas di industri musik Indonesia dengan menawarkan karya yang berangkat dari realitas kehidupan masyarakat serta dibalut karakter rock yang lugas dan penuh energi.
Mengusung semangat “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”, album tersebut lahir dari pengalaman hidup, perjalanan, keresahan, sekaligus harapan yang dirasakan banyak orang, terutama mereka yang selama ini merasa suaranya belum banyak terwakili.
Bagi Wongalas, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan gagasan dan merekam berbagai persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Musik bagi kami bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk berbicara mewakili suara yang selama ini sering tidak didengar. Album ini milik siapa saja yang merasa berjuang, berbagi, dan saling menguatkan,” ujar Yudith, vokalis Wongalas.
Mengangkat Empat Tema Besar
Melalui album “Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat”, Wongalas merangkum empat tema utama yang menjadi benang merah keseluruhan materi lagu.
Keempat tema tersebut meliputi kritik sosial, semangat pergerakan generasi muda (youth movement), kecintaan terhadap tanah air dan alam Indonesia, serta kisah cinta antarmanusia.
Pendekatan tersebut membuat album ini tidak hanya menghadirkan lagu-lagu berkarakter rock, tetapi juga menawarkan narasi yang dekat dengan berbagai realitas sosial yang dihadapi masyarakat.
Secara musikal, Wongalas tetap mempertahankan karakter rock yang kuat dengan permainan instrumen yang enerjik, dipadukan lirik-lirik yang lugas dan mudah dipahami.
Berawal dari 400 Lagu
Proses kreatif album ini ternyata telah dimulai jauh sebelum resmi dirilis. Yudith bersama gitaris Opick menggarap materi musik selama 12 hari di kawasan Puncak, Bogor, pada 2018.
Menariknya, seluruh proses penulisan dan pengembangan lagu dilakukan di luar studio sehingga menghasilkan suasana penciptaan yang lebih natural.
Dari sekitar 400 lagu yang telah ditulis Yudith selama bertahun-tahun, proses kurasi kemudian menghasilkan 13 lagu yang akhirnya masuk ke dalam album debut Wongalas.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa setiap lagu dalam album memiliki tema dan karakter yang berbeda, namun tetap berada dalam satu benang merah tentang kehidupan masyarakat.
Gandeng R. Heri Santoso sebagai Eksekutif Produser
Dalam proses produksi album, Wongalas turut menggandeng pengusaha muda Indonesia sekaligus pendiri organisasi GARDAINDO, R. Heri Santoso, sebagai eksekutif produser.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong yang sejak awal diusung Wongalas, mulai dari proses penciptaan lagu, rekaman, hingga pendistribusian album.
Menurut band ini, kehadiran banyak pihak, termasuk para pendengar setia, menjadi salah satu faktor penting yang membuat album tersebut akhirnya dapat dirilis.
Diisi Musisi Berpengalaman
Wongalas dihuni oleh empat musisi yang telah memiliki rekam jejak panjang di dunia musik Indonesia.
Yudith mengisi posisi vokalis dan dikenal melalui Jacket Band. Posisi gitar dipercayakan kepada Opick yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris Bayou. Sementara lini bass ditempati Atenk, yang pernah memperkuat Voodoo, dan posisi drum diisi Firdy, drummer yang dikenal lewat Power Slaves.
Perpaduan pengalaman para personel tersebut menjadi fondasi musikal Wongalas yang menghadirkan energi rock klasik dengan sentuhan yang tetap relevan bagi pendengar masa kini.
Daftar Lagu
Album “Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat” memuat 13 lagu yang masing-masing mengangkat cerita dan sudut pandang berbeda mengenai kehidupan masyarakat.
Daftar lagu dalam album tersebut meliputi:
- Aw Aw Aw
- Kebablasan
- Salah
- Siti Maemunah
- Telat Puber
- Biarkan Orang Bicara
- Pasal 33
- Adina
- Seniman Gila
- Pesta Wongalas
- Terus Terang Saja (TTS)
- Uang
- Mentari di NKRI
Melalui album perdananya ini, Wongalas menawarkan lebih dari sekadar kumpulan lagu rock. “Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat” menjadi pernyataan sikap band yang ingin menghadirkan musik sebagai ruang refleksi sekaligus media untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan lirik yang tajam, karakter musik yang kuat, dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi proses kreatifnya, Wongalas berharap album ini dapat menjadi representasi suara mereka yang selama ini jarang mendapatkan ruang untuk didengar.
