Duo Antonia resmi memperkenalkan karya perdananya di industri musik Indonesia melalui mini album bertajuk Suara Hati yang telah dirilis pada 5 Juni 2026. Album berisi enam lagu tersebut menjadi wadah bagi Duo Antonia untuk menyampaikan berbagai kisah tentang cinta, kehilangan, harapan, hingga perjuangan perempuan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Di balik proyek musik ini terdapat Dona Antonia, seorang penyintas kanker yang menjadikan musik sebagai ruang untuk mengekspresikan pengalaman hidup sekaligus menemukan makna baru setelah melewati masa-masa sulit. Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama lahirnya Duo Antonia.
“Setelah melewati semuanya, saya sadar hidup bisa berubah kapan saja. Musik akhirnya menjadi tempat saya kembali pulang,” ujar Dona Antonia.
Bagi Dona, Duo Antonia bukan sekadar proyek musik, melainkan medium yang sangat personal untuk menuangkan berbagai emosi dan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Sebagai penulis lagu dan komposer, ia menghadirkan karya-karya yang jujur secara emosional dengan harapan dapat menemani para pendengar dalam berbagai fase kehidupan.
Untuk melengkapi karakter musik yang diusung, Dona menggandeng Eriska Millen atau Millen sebagai vokalis utama. Karakter vokal Millen yang lembut, hangat, namun tetap kuat menjadi elemen penting dalam menyampaikan pesan yang terkandung di setiap lagu.
Mengusung warna musik pop soulful, Duo Antonia menghadirkan lirik-lirik yang sederhana tetapi sarat makna. Tema yang diangkat pun dekat dengan pengalaman sehari-hari, mulai dari hubungan asmara, kehilangan, hingga proses menerima dan menghargai diri sendiri.
Mini album Suara Hati dipilih sebagai representasi dari berbagai cerita, pengalaman, dan curahan hati perempuan. Sebagian besar lagu dalam album ini terinspirasi dari kisah nyata yang dialami orang-orang di sekitar Dona, termasuk perjalanan hidupnya sendiri.
Salah satu lagu yang menjadi fokus utama dalam album ini adalah “Bukan Denganku”. Lagu yang mendapat sentuhan musikal dari Bebi Romeo tersebut mengisahkan sosok perempuan yang tegar dan berani keluar dari hubungan yang tidak sehat. Melalui lagu ini, Duo Antonia ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menghargai diri sendiri dan berani mengambil keputusan demi kebahagiaan pribadi.
Sementara itu, lagu “Saat Kau Pergi” menghadirkan kisah penyesalan setelah kehilangan seseorang yang selama ini memberikan cinta dan perhatian. Dengan aransemen yang dramatis, lagu berdurasi 4 menit 34 detik tersebut menjadi salah satu nomor yang menonjol dalam album.
Album ini juga memuat lagu “Asalkan Ku Bisa” yang bercerita tentang seseorang yang tetap bertahan dalam hubungan tanpa kepastian karena terlalu mencintai pasangannya. Adapun “Biarkanlah Aku Pergi” mengangkat kisah perempuan yang ingin keluar dari hubungan cinta segitiga, tetapi terus dipertahankan oleh kekasihnya.
Melalui Suara Hati, Duo Antonia berharap dapat menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi teman bagi para pendengar yang sedang menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Bagi saya, ini bukan sekadar karya musik. Suara Hati merupakan simbol keberanian perempuan untuk melangkah, berkarya, dan akhirnya mendengarkan suara hatinya sendiri melalui musik,” kata Dona.
Dengan sentuhan musik yang hangat dan penuh emosi, Duo Antonia menandai langkah awal mereka di industri musik Indonesia melalui karya yang sarat pesan personal dan dekat dengan realitas kehidupan banyak orang.
