Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan musikal pianis dan komposer asal Austria, Alexandra Ivanova. Melalui rangkaian Asia & Oceania Tour 2026, Alexandra tidak hanya datang sebagai musisi internasional yang menjalani tur konser, tetapi juga membawa misi eksplorasi budaya yang telah membentuk arah baru dalam musiknya.
Bersama kontrabasis Judith Ferstl dan drummer Axel Filip, Alexandra akan tampil di tiga panggung berbeda di Jakarta, termasuk Java Jazz Festival pada akhir Mei 2026.
Namun kisah Alexandra dengan Indonesia sebenarnya dimulai jauh sebelum tur tersebut diumumkan.
Ketertarikannya terhadap Indonesia muncul saat mengikuti program residensi musik interkultural “Soundweavings” di Banff Centre, Kanada, pada 2025. Dalam program itu, Alexandra bertemu komposer George Rahi yang memperkenalkannya pada suara Gendér, salah satu instrumen dalam tradisi Gamelan Bali.
Dari sana, rasa penasarannya berkembang. Alexandra kemudian mendengarkan komposisi “Anomali” karya I Putu Gede Sukaryana atau Balot. Ia merasa struktur ritmis dalam karya tersebut memiliki kedekatan emosional dengan musik Balkan dan Afro-Cuban yang selama ini menjadi bagian dari eksplorasinya.
Alih-alih berhenti sebagai kekaguman dari kejauhan, Alexandra memutuskan datang langsung ke Bali pada September 2025 melalui program Berlin Music Ambassador.
Selama berada di Bali, Alexandra bertemu Balot serta musisi Sin Rong seperti Emon Subandi dan Wawan Bracuk. Pertemuan itu berkembang menjadi ruang eksplorasi bersama yang membahas improvisasi, Wayang Kulit, hingga pola ritme ganjil yang ternyata memiliki keterhubungan dengan berbagai tradisi musik dunia.
Latar belakang Alexandra sendiri memang dibentuk oleh perjalanan lintas budaya. Lahir dari keluarga Bulgaria dan tumbuh di Austria, ia mempelajari jazz di Dijon, Paris, dan Inggris, mendalami bahasa Arab di Lebanon, hingga bekerja di Yordania dan Uni Emirat Arab.
Pengalaman tersebut membuat Alexandra membangun pendekatan musik yang tidak terpaku pada genre tertentu. Ia memadukan jazz modern dengan maqam Arab, ritme Balkan, improvisasi bebas, hingga groove Afro-Cuban dalam satu lanskap musikal yang cair.

Kini, pengalaman-pengalaman tersebut dibawa ke Indonesia melalui Asia & Oceania Tour 2026. Tur Jakarta akan dimulai di Soundtrip Studio pada 26 Mei 2026, dilanjutkan “European Jazz Night” di Institut Français Indonesia pada 28 Mei, sebelum tampil di Java Jazz Festival pada 31 Mei 2026.
Setelah dari Indonesia, Alexandra Ivanova Trio akan melanjutkan perjalanan ke Australia dan China.
Bagi Alexandra, musik bukan sekadar pertunjukan panggung, melainkan medium untuk mempertemukan berbagai identitas budaya tanpa batas geografis. Indonesia pun kini menjadi bagian penting dari perjalanan kreatifnya dalam membangun dialog musik dunia yang lebih terbuka dan setara.
