PROJEK-D Vol.5 resmi digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, pada Sabtu (5/9). Mengusung semangat “Sehidup Separty”, festival ini menghadirkan perayaan musik dan hiburan selama satu hari penuh dengan 23 penampil lintas genre yang tersebar di empat panggung.
Maduswara, Wirama, Sriwedari, dan Guyonlaaah menjadi pusat berbagai pengalaman yang ditawarkan PROJEK-D Vol.5. Sejak siang hari, ribuan penonton mulai memadati area De Tjolomadoe untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan musik hingga hiburan komedi.
Format empat panggung tersebut memberikan kebebasan kepada penonton untuk menentukan perjalanan mereka sendiri sepanjang festival. Dari musik pop, rock, hingga indie, serta sajian komedi, PROJEK-D Vol.5 menghadirkan beragam pilihan hiburan dalam satu kawasan.

Hindia Buka Perayaan “Sehidup Separty”
Panggung Maduswara menjadi titik awal perayaan PROJEK-D Vol.5. Hindia dipercaya sebagai salah satu penampil pembuka dan langsung membangun atmosfer festival sejak siang hari.
Dalam penampilannya, Hindia membawakan sejumlah lagu, termasuk “Evaluasi” dengan aransemen spesial, “Besok Mungkin Kita Sampai”, “semua lagu cinta terdengar sama”, “kids”, serta sejumlah lagu lainnya. Penampilannya kemudian ditutup dengan “everything u are”.
Membuka festival pada siang hari menjadi pengalaman tersendiri bagi Baskara Putra. Ia mengaku senang bisa kembali tampil di bawah suasana siang sekaligus melihat antusiasme penonton yang telah hadir sejak awal acara.
“Senang banget bisa tampil siang hari karena sudah lama enggak perform siang-siang,” ujar Hindia.
Project Director PROJEK-D Vol.5, Rumpoko Hadi, mengatakan kehadiran empat panggung menjadi salah satu cara penyelenggara memberikan pengalaman yang lebih bebas kepada para pengunjung.
“Dengan kehadiran empat panggung sekaligus, penonton memiliki kebebasan penuh untuk menentukan alur menyaksikan musisi favorit mereka dan menikmati beragam hiburan yang kami hadirkan,” ujar Rumpoko.
Menurutnya, penampilan pembuka di panggung Maduswara menjadi awal yang baik untuk menandai perayaan musik selama satu hari penuh.
“Kami berharap seluruh penonton dapat menikmati kebebasan bereksplorasi di empat panggung yang kami sediakan,” tambahnya.
Dari Indie Pop hingga Rock di Panggung Wirama
Sementara itu, suasana sore hari di PROJEK-D Vol.5 dibuka oleh kolaborasi Lealona x Many West. Keduanya menghadirkan warna indie pop yang hangat dan menyatu dengan suasana cerah di De Tjolomadoe.
Panggung Wirama kemudian melanjutkan rangkaian pertunjukan melalui Barmy Blokes x CATZY yang membawa energi rock ke area luar ruangan festival.
Rangkaian sore di panggung tersebut juga menghadirkan Mess In Balance, band pemenang CEKSON PROJEK-D Vol.5. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya festival untuk memberikan ruang kepada talenta baru untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Di panggung Sriwedari, The Jeblogs tampil melalui special showcase bertajuk “Sambutlah Di PROJEK-D”. Penampilan energik mereka menghidupkan area dalam ruangan De Tjolomadoe.
Tidak hanya musik, PROJEK-D Vol.5 juga menghadirkan panggung Guyonlaaah sebagai ruang hiburan komedi. Farid & Anggito menjadi salah satu penampil yang mengundang tawa penonton di tengah padatnya rangkaian pertunjukan musik.
Menjelang malam, panggung Guyonlaaah yang berkolaborasi dengan Stand Up Indo Solo kembali menghadirkan Faiz dan Rizky. Keseruan kemudian dilanjutkan oleh Coki Anwar yang menutup rangkaian komedi dengan gaya khasnya.
Kehadiran Guyonlaaah memberikan warna berbeda bagi PROJEK-D Vol.5 dengan memperluas pengalaman festival tidak hanya melalui musik, tetapi juga hiburan komedi.
Down For Life hingga FSTVLST Panaskan Panggung Maduswara
Memasuki malam hari, panggung Maduswara semakin memanas dengan sederet penampilan penuh energi.
Down For Life menjadi salah satu penampil yang membakar semangat penonton melalui aksi panggung intens. Penampilan tersebut semakin spesial dengan kehadiran Ical 510 dan Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca sebagai kolaborator.
Selanjutnya, .Feast & Company membawa sejumlah lagu andalan mereka, termasuk “Kelelawar”, “Komodifikasi”, dan “Tarian Penghancur Raya”.
Puncak rangkaian di panggung Maduswara kemudian ditutup oleh FSTVLST. Grup asal Yogyakarta tersebut membawakan “Rock Jelek”, salah satu lagu dari album Paradoks Diametral, sebagai bagian dari penutup kemeriahan panggung utama.
Nostalgia Bersama Rumahsakit hingga Energi Indonesia Timur
Di panggung Sriwedari, Nadhif Basalamah menghadirkan suasana yang lebih melankolis melalui lagu-lagu bernuansa romantis.
Penampilan kemudian dilanjutkan oleh Alkateri, band indie pop asal Bandung yang kembali menghibur para penggemarnya, yang dikenal sebagai Alkatalis.
Kemeriahan di panggung Sriwedari semakin lengkap dengan penampilan band legendaris Rumahsakit. Mereka mengajak penonton bernostalgia melalui sejumlah lagu seperti “Panasea”, “Sandiwara Semu”, dan “Pop Kinetik”, serta memperkenalkan singel terbaru mereka, “Yang Tak Sama”.
Panggung Wirama juga tidak kehilangan energi hingga malam hari. LIPS!! tampil menghentak panggung, disusul Det-Plag Lust, kolektif musik asal Bogor.
Poris turut membawa euforia melalui penampilannya, termasuk lagu “Di Atas Atap”.
Rangkaian di panggung Wirama kemudian mencapai puncaknya bersama Moluccan Soul. Nuansa musik Indonesia Timur yang mereka hadirkan berhasil mengajak penonton untuk berjoget bersama dan menjadi penutup meriah bagi panggung tersebut.
Satu Hari Penuh dalam Semangat “Sehidup Separty”
Melihat antusiasme penonton yang tetap memadati De Tjolomadoe hingga penghujung acara, Project Manager PROJEK-D Vol.5, Data Pratama, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada seluruh penonton dan pihak yang telah mendukung PROJEK-D Vol.5. Kami sangat mengapresiasi penonton yang hadir dan menikmati seluruh rangkaian acara dari siang hingga malam,” ujar Data.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh musisi, sponsor, mitra, serta berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya PROJEK-D Vol.5.
Penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5 turut didukung oleh BRImo sebagai Official Banking Partner, serta Dengar Kota, Floridina, Mie Sedaap, dan Nescafé.
Setelah berlangsung selama satu hari penuh, PROJEK-D Vol.5 resmi berakhir dengan tertib dan lancar.
Melalui empat panggung dan 23 penampil lintas genre, festival ini mempertemukan musik, komunitas, serta hiburan dalam satu perayaan besar di De Tjolomadoe.
Semangat “Sehidup Separty” pun menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh pengalaman tersebut—dari penampilan musik sejak siang hari, gelak tawa di panggung komedi, hingga energi yang tetap menyala sampai malam.
Keberhasilan PROJEK-D Vol.5 menjadi penutup manis bagi satu hari penuh perayaan musik dan hiburan di De Tjolomadoe, sekaligus mempertegas festival ini sebagai ruang pertemuan bagi berbagai genre, komunitas, dan generasi penikmat musik.
