Digagas oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Koalisi Wali Indonesia (HAK KWI), Tirta Bersemi, dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), acara yang digelar di Ghra Pemuda, Gereja Katedral Jakarta (21/11) ini menampilkan 6 penampil yang tergabung dalam band yakni: The Mistik, Notaker, Elfasan, Sanurian, Starway dan Ithaca mengusung tema “Etika Bersama Keberagaman” dengan mengedepankan perbedaan agama, suku maupun latar belakang denominasi sebagai kekhasan festival ini.



Foto: Yayo
Artis cantik Olga Lydia selaku Ketua Panitia “Festival Berani Beda 2025” mengatakan bahwa festival ini sengaja digagas untuk lebih mempersatukan perbedaan di Indonesia lewat karya seni sehingga berbagai keberagaman yang ada bisa meciptakan sebuah harmoni lewat pentas seni. Bukan saja lewat musik, namun selanjutnya ia menyebut bukan tidak mungkin dalam volume keduanya menghadirkan kompetisi lewat film pendek.
Festival kali ini dengan persiapan yang relatif pendek hanya kurang dari 3 bulan memunculkan 3 pemenang yakni: Starway sebagai Juara I berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp15.000.000,- Elfasan sebagai Juara II (Rp10.000.000,-) dan Sanurian sebagai Juara III (Rp5.000.000,-).
Dalam acara ini juga ditampilkan kolaborasi lintas agama dengan penampilan Hadroh dari PBNU berkolaborasi dengan Romo Alusius Budi Purnomo, PR dan Sigit Wardana, vokalis Basejam dengan 2 buah lagu proyek solonya ‘Kisah Hidup Bapak-bapak’ dan ‘Luka Tak Berdarah’ lewat penampilan apik mereka.
