Delapan tahun bukan waktu yang singkat bagi seorang musisi untuk kembali menyapa pendengar melalui karya solo. Namun, penantian tersebut akhirnya terbayar ketika Ruth Sahanaya menyiapkan EP terbaru bertajuk “Merindu”, yang dijadwalkan hadir di seluruh platform musik digital pada 4 September 2026.
EP ini menjadi penanda babak baru dalam perjalanan bermusik Ruth Sahanaya. Alih-alih sekadar mengulang formula musikal yang selama ini lekat dengan namanya, penyanyi yang dikenal melalui kekuatan vokal dan lagu-lagu balada tersebut mencoba mengeksplorasi warna musik yang lebih segar dan modern.
“Merindu” berisi enam lagu, yakni “Aku Merindu”, “Terserah Kamu”, “Aku Tak Sanggup”, “Pagi”, “Sebaris Lirik Cinta”, dan “Pelangi”. Dua lagu terakhir sebelumnya telah dirilis sebagai single, sementara empat lainnya menjadi materi baru yang melengkapi EP tersebut.
Menariknya, eksplorasi musikal menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dalam rilisan ini. Sejumlah lagu menghadirkan nuansa city pop yang lembut dan modern, sementara warna dansa bergaya Latin turut memberikan karakter berbeda pada materi yang ditawarkan Ruth.
Pendekatan tersebut memperlihatkan keinginan Ruth untuk tidak berhenti pada identitas musikal yang sudah dikenalnya selama puluhan tahun. Di balik suara yang tetap menjadi kekuatan utama, “Merindu” justru memberikan ruang bagi Ruth untuk bereksperimen dengan pendekatan produksi dan warna musik yang berbeda.
“Saya ingin EP ini menjadi ruang bagi saya untuk bereksplorasi, mencoba warna-warna musik baru yang belum pernah saya jajaki sebelumnya, tapi tetap dengan cerita dan perasaan yang jujur dari saya.”
Pernyataan tersebut menjadi kunci untuk membaca “Merindu”. Eksplorasi yang dilakukan Ruth bukan upaya untuk meninggalkan identitas musikalnya, melainkan memperluas ruang kreatif tanpa menghilangkan sisi emosional yang selama ini menjadi bagian penting dari karya-karyanya.
Menjembatani Warna Baru dan Identitas Lama
Salah satu hal yang menarik dari “Merindu” adalah keberadaan sebuah lagu balada yang menjadi jembatan antara eksplorasi musikal baru dan karakter Ruth Sahanaya yang telah dikenal publik.
Kehadiran balada tersebut terasa penting karena Ruth memiliki sejarah panjang dengan lagu-lagu bernuansa emosional. Dengan memasukkan karakter musikal yang lebih kontemporer sekaligus mempertahankan kekuatan balada, EP ini seperti mempertemukan dua sisi perjalanan Ruth: sosok penyanyi yang telah matang secara musikal dan seorang seniman yang masih ingin mencoba sesuatu yang baru.
Hasilnya bukan sekadar perubahan gaya, tetapi sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa pengalaman panjang dalam bermusik tidak harus membuat seorang penyanyi berhenti bereksperimen.
“Aku Merindu” Jadi Lagu Utama
Dari enam lagu yang terdapat dalam EP ini, “Aku Merindu” ditempatkan sebagai lagu utama. Bersama “Terserah Kamu”, “Aku Tak Sanggup”, “Pagi”, “Sebaris Lirik Cinta”, dan “Pelangi”, lagu tersebut membentuk satu rangkaian cerita yang merepresentasikan fase musikal Ruth saat ini.
Di balik produksi “Merindu” terdapat sejumlah nama yang turut memberikan warna terhadap materi tersebut. Farrel Hilal, Samuel Song, RIKEJU, Indra Iryawansyah Amac, Inal Chaniago, dan Ajier Effendi tercatat sebagai music producer. Sementara itu, jajaran penulis dan pencipta lagu melibatkan Indra Iryawansyah Amac, Bowo Soulmate, Keljo, dan Resa Husin.
Untuk pengarahan vokal, Ruth bekerja bersama Bowo Soulmate, Kamga Mo, dan Yandi Brownsu. Produksi juga melibatkan sejumlah musisi dan tenaga kreatif lain yang mengerjakan proses rekaman hingga tahap akhir.
Tak Berhenti di Platform Digital
“Merindu” juga tidak berhenti pada perilisan digital. Sebagai bagian dari perayaan perilisan, Ruth menyiapkan rilisan fisik terbatas dalam format vinyl.
Selain itu, rangkaian konten Live Session juga akan dihadirkan secara bertahap melalui kanal YouTube pribadi Ruth Sahanaya. Format ini memberikan kesempatan bagi pendengar untuk menikmati materi “Merindu” dalam pendekatan pertunjukan yang berbeda dari versi rekamannya.
Dengan demikian, “Merindu” bukan hanya menjadi comeback Ruth Sahanaya setelah jeda panjang, tetapi juga menjadi dokumentasi atas fase baru dalam perjalanan kreatifnya.
Setelah puluhan tahun berkarier dan melewati berbagai perubahan lanskap musik Indonesia, Ruth memilih kembali dengan cara yang cukup menarik: mempertahankan kekuatan vokalnya sembari membuka ruang untuk warna musik yang lebih segar.
EP “Merindu” akan tersedia di seluruh platform digital mulai 4 September 2026.
