Grup komedi dan konten kreator Rudal Timur memperluas kiprahnya ke ranah musik. Kolektif yang beranggotakan personel dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua tersebut mengumumkan perilisan single perdana berjudul “RUTIM”, sekaligus memulai langkah menuju pembentukan label musik independen mereka.
Dalam keterangan pers, Rudal Timur menyebut “RUTIM” sebagai bagian dari upaya memperluas karya mereka ke medium musik. Lagu tersebut dikerjakan melalui kolaborasi dengan Komunitas Mantra Timur, dengan pendekatan yang memadukan lirik, karakter vokal, dan aransemen musik modern.
Rudal Timur dibentuk oleh Kristianus Sodho, Reinold R. Lawalata, Simson Yermia Libing, dan Yohanis Pangkey. Nama Rudal Timur merepresentasikan kedekatan serta daya respons para anggotanya dalam mengembangkan gagasan kreatif.
Sebelum memasuki wilayah musik, Rudal Timur telah membangun basis audiens melalui konten komedi dan kreatif di media sosial. Dalam enam bulan, mereka mengklaim telah meraih sekitar 50 juta tayangan di berbagai platform media sosial. Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi kelompok ini untuk mengembangkan ekosistem kreatif yang lebih luas.
“Rudal Timur dibentuk tidak hanya sebagai grup komika dan konten kreator, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi terbuka untuk menyebarkan energi positif melalui tawa dan canda yang cerdas serta menghibur,” ujar Joana Kania, Founder Rudal Timur.
Kolaborasi dengan Komunitas Mantra Timur
“RUTIM” menjadi penanda awal keseriusan Rudal Timur dalam membangun identitas musiknya. Lagu ini digarap bersama Komunitas Mantra Timur, sebuah wadah yang menjadi ruang bagi ekspresi generasi muda di bidang musik, lukis, teater, hingga seni tari.
Kolaborasi tersebut juga membawa slogan “Membaca Jejak, Merawat Makna”, yang menjadi bagian dari semangat kreatif Mantra Timur. Bagi Rudal Timur, kerja sama ini sekaligus membuka jalan bagi pembentukan label musik independen yang diharapkan dapat menjadi ruang kreatif inklusif bagi talenta dari berbagai daerah.
Dari sisi produksi, “RUTIM” dikerjakan secara kolaboratif oleh Andreas Jengkui Nofrianto Liefufid (UNCLE 2NG), Ignasius Nong Tuda (NONGIZ), Agustinus Aroebasa Nauw (Suga), Stepi Afloubun (Etanflo), Kristianus Sodho, Reinold R. Lawalata, Yohanis Pangkey, dan Simson Yermia Libing.
Aransemen musik digarap Mateus Angelius Ndae (AnjelloMN), Ignasius Nong Tuda (NONGIZ), dan Yakobus Ola Manuk (Ade Jejee). Tahap mixing dan mastering dikerjakan oleh Ignasius Nong Tuda (NONGIZ).
Membawa Identitas Indonesia Timur ke Ruang yang Lebih Luas
Selain mengejar pengembangan di bidang musik, Rudal Timur membawa misi sosial melalui karya-karyanya. Kelompok ini ingin mengubah stigma negatif yang selama ini kerap dilekatkan kepada masyarakat Indonesia Timur dengan menampilkan sisi lain kawasan tersebut, termasuk potensi pariwisata, kekayaan budaya, dan kesenian daerah.
Dalam proses kreatifnya, Rudal Timur mengaku terinspirasi oleh gaya komedi universal Epen Cupen. Pendekatan tersebut digunakan untuk membangun humor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat diterima oleh khalayak luas tanpa harus menghilangkan latar budaya asal para personelnya.
Kehadiran “RUTIM” dengan demikian bukan sekadar perpindahan medium dari konten digital ke musik. Single ini menjadi bagian dari agenda Rudal Timur untuk membangun ruang kreatif yang mempertemukan talenta lintas daerah sekaligus memperkenalkan perspektif Indonesia Timur melalui karya populer.
Ke depan, Rudal Timur menyatakan akan mempertahankan konsistensi produksi konten kreatif di media sosial, menjaga kekompakan antarpersonel, serta mengembangkan karya-karya anak bangsa melalui ekosistem yang lebih inklusif.
Tentang Rudal Timur
Rudal Timur merupakan grup komedi dan konten kreator yang beranggotakan personel dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Kelompok ini mengusung semangat inovasi dan kolaborasi universal melalui konten komedi yang segar, cerdas, dan positif, sekaligus membawa misi untuk memajukan potensi seni serta mematahkan stigma negatif tentang Indonesia Timur.
