JAKARTA – Commons Worship (CXMMXNS) sukses menghadirkan malam penuh pujian dan penyembahan melalui konser “What A Beautiful Name Tour” yang digelar di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada Rabu (5/8). Penampilan yang dipimpin dua ikon musik gospel dunia, Reuben Morgan dan Ben Fielding, menjadi pengalaman spiritual sekaligus musikal yang menghangatkan hati ribuan jemaat yang memadati venue.

Konser dibuka pukul 19.30 WIB dengan doa dan renungan singkat yang disampaikan Pendeta Steve Marcel. Suasana kemudian semakin hangat saat Ps. Sidney Mohede tampil sebagai penampil pembuka, mengajak seluruh jemaat mempersiapkan hati sebelum penampilan utama Commons Worship.

Sekitar pukul 20.15 WIB, Commons Worship akhirnya naik ke atas panggung. Sejak lagu pertama dimainkan, atmosfer The Kasablanka Hall berubah menjadi ruang ibadah bersama. Ribuan jemaat larut dalam setiap pujian yang dibawakan, menciptakan suasana intim sekaligus penuh sukacita.
Set List Penuh Lagu-Lagu Ikonik
Commons Worship menghadirkan perjalanan musikal yang membawa jemaat dari momen refleksi menuju perayaan iman. Set list konser didominasi lagu-lagu yang telah menjadi bagian penting dalam perkembangan musik worship modern.
Pertunjukan dibuka lewat “Goodness of God”, disusul “God Is Able” dan “Cornerstone”. Ketiga lagu tersebut langsung mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama sejak awal konser.
Memasuki bagian berikutnya, Reuben Morgan dan Ben Fielding menghadirkan “This I Believe”, “This Is Living”, “Forever Reign”, dan “Praise Belongs”, sebelum memasuki sesi worship yang lebih khusyuk melalui medley “Worthy of It All”, “Mighty to Save”, “Praise the Name”, “Give You My Heart”, “The Stand”, hingga “Shout to the Lord”.
Nuansa penyembahan berlanjut melalui “Saved By Grace”, “Still”, “Doorkeeper”, dan “Who You Say I Am”, sebelum akhirnya mencapai puncak emosional ketika Commons Worship membawakan “What A Beautiful Name”.
Lagu tersebut menjadi momen yang paling dinantikan sepanjang malam. Ribuan jemaat serentak menyanyikan setiap bait lirik dengan penuh penghayatan, menghadirkan salah satu adegan paling menyentuh dalam konser. Lagu ini sebelumnya meraih Grammy Awards ke-60 pada 2018 untuk kategori Best Contemporary Christian Music Performance/Song.
Sebagai penutup, Commons Worship menjaga energi penonton melalui tiga lagu penuh semangat, yakni “Alive”, “Wake”, dan medley “One Way/Washed”, sebelum konser diakhiri dengan doa penutup oleh Pendeta Steve Marcel.
Commons Worship membawakan 20 lagu yang memadukan worship penuh perenungan dengan praise berenergi tinggi. Susunan repertoar tersebut membuat alur konser terasa mengalir, membawa jemaat dari momen refleksi menuju perayaan iman yang penuh sukacita.
Musik Worship yang Menyatukan
Managing Director Color Asia Live, David Ananda, mengungkapkan rasa bangganya dapat menghadirkan Commons Worship ke Jakarta. Menurutnya, konser tersebut menjadi kesempatan bagi para pencinta musik gospel di Indonesia untuk menikmati secara langsung karya-karya yang selama ini banyak dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia.
David juga menegaskan bahwa musik worship memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menginspirasi, serta menyatukan banyak orang dalam satu pengalaman iman.
“Kami percaya bahwa musik worship memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menginspirasi, dan menyatukan. Untuk itulah, konser ini bisa menjadi kesempatan luar biasa bagi kita semua untuk merasakan kehadiran Tuhan dan merayakan iman bersama.”
Antusiasme tersebut juga dirasakan para penonton. Salah seorang jemaat bernama Yuni mengatakan konser Commons Worship bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang bersama untuk memuliakan Tuhan melalui pujian.
Reuben Morgan dan Ben Fielding, Dua Nama Besar Musik Gospel Modern
Commons Worship merupakan kolektif penulis lagu dan musisi yang dipimpin oleh Reuben Morgan dan Ben Fielding, dua sosok yang telah melahirkan sejumlah lagu pujian paling berpengaruh di gereja modern.
Melalui Commons Worship, keduanya terus menghadirkan karya-karya baru yang menjadi referensi musik worship di berbagai negara. Lagu-lagu seperti “Goodness of God”, “Who You Say I Am”, “Cornerstone”, “Mighty to Save”, hingga “What A Beautiful Name” kini telah dinyanyikan oleh jutaan umat Kristen setiap pekan di berbagai belahan dunia.
Berawal dari Sydney, Australia, Commons Worship memiliki visi untuk melayani gereja-gereja lokal melalui lagu-lagu yang mudah dinyanyikan bersama sekaligus mempererat komunitas worship di tingkat global.
Malam yang Lebih dari Sekadar Konser
“What A Beautiful Name Tour” di Jakarta menjadi lebih dari sekadar konser musik gospel. Melalui perpaduan tata panggung yang sederhana, repertoar lagu-lagu legendaris, serta interaksi hangat antara Reuben Morgan, Ben Fielding, dan ribuan jemaat, Commons Worship berhasil menghadirkan pengalaman ibadah yang menyentuh sekaligus berkesan.
Selama hampir dua jam, The Kasablanka Hall berubah menjadi ruang penyembahan bersama, di mana setiap lagu menjadi doa yang dinyanyikan dalam satu suara. Penampilan tersebut sekaligus menegaskan bahwa musik worship tetap memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang, melampaui batas usia, latar belakang, maupun negara.
