Screenshot
Semangat yang selama ini diperjuangkan almarhum Glenn Fredly kembali bergema melalui festival musik bertajuk Glenn Fredly Kembali ke Timur. Digelar pada 1 Agustus 2026 di Lapangan Hockey Plaza Festival, Jakarta Selatan, festival ini bukan sekadar konser penghormatan, melainkan sebuah perayaan atas kekayaan musik, budaya, dan identitas Indonesia Timur yang selama bertahun-tahun menjadi napas dalam perjalanan berkarya Glenn Fredly.
Mengusung konsep kolaborasi lintas generasi dan lintas genre, festival ini akan menghadirkan 21 musisi yang memiliki keterkaitan dengan semangat serta perjalanan musikal Glenn Fredly. Deretan nama yang akan tampil antara lain Re/Imagine Glenn Fredly with The Bakuucakar, Mitha Talahatu, Marion Jola, Mutia Ayu, Toton Caribo, Fresly Nikijuluw, Doddie Latuharhary, Silet Open Up, Wizz Baker, Matthew Sayersz, Moluccan Soul, Miguell Kaidel, Arles Tita, Jimmy Titarsole, Corr Tetelepta, Hany Pattikawa, Conrad Good Vibration, Maria De Lima, hingga Dennis & Friends.
Lebih dari sekadar mengenang sosok Glenn Fredly, festival ini menjadi upaya melanjutkan visi besarnya dalam membuka ruang bagi musisi Indonesia Timur agar semakin dikenal oleh publik nasional maupun internasional. Selama hidupnya, Glenn dikenal sebagai figur yang konsisten memperkenalkan keberagaman budaya Timur Indonesia melalui karya, kolaborasi, dan berbagai inisiatif di industri musik.
Mutia Ayu mengatakan, festival tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para penikmat musik untuk kembali merasakan kehangatan karya-karya Glenn Fredly yang telah menemani berbagai fase kehidupan masyarakat Indonesia.
“Glenn Fredly Kembali ke Timur bukan sekadar konser, tetapi sebuah perayaan karya dan cinta yang Glenn tinggalkan untuk kita semua. Akan ada banyak momen yang mengingatkan kita pada lagu-lagu yang sudah menemani berbagai fase kehidupan,” ujar Mutia Ayu.
Ia berharap setiap orang yang hadir dapat membawa pulang pengalaman emosional sekaligus kenangan indah setelah mengikuti seluruh rangkaian festival.
Senada dengan itu, Conrad Good Vibration menilai festival tersebut memiliki makna yang jauh melampaui sebuah pertunjukan musik.
“Ini bukan sekadar event musik, tetapi perayaan cinta, nostalgia, persaudaraan, dan pesta budaya,” katanya.
Festival Glenn Fredly Kembali ke Timur akan dibagi ke dalam tiga segmen yang menawarkan pengalaman berbeda sepanjang hari.
Rangkaian acara dibuka dengan tradisi Makan Patita, budaya khas Maluku yang melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur. Dalam suasana tersebut, Corr Tetelepta, Arles Tita, Jimmy Titarsole, Hany Pattikawa, dan Conrad Good Vibration akan menghidupkan nostalgia melalui lagu-lagu populer era 1980-an hingga 2000-an.
Memasuki sore hari, atmosfer festival berubah menjadi pesta dansa bersama Moluccan Soul yang ditemani penampilan DJ Miguell Kaidel asal Belanda dan Maria De Lima. Mereka akan menyajikan lagu-lagu populer khas Indonesia Timur yang mengajak penonton menikmati keberagaman musikal dalam nuansa yang lebih modern.
Pada malam hari, panggung akan menjadi ruang bagi generasi baru musisi Indonesia Timur. Silet Open Up, Toton Caribo, Fresly Nikijuluw, Mitha Talahatu, Doddie Latuharhary, hingga Wizz Baker bersama Dennis & Friends dijadwalkan tampil membawakan karya-karya terbaik mereka.
Puncak festival akan menghadirkan pertunjukan bertajuk Re/Imagine Glenn Fredly with The Bakuucakar. Konsep ini menawarkan pengalaman audio-visual yang memadukan visual Glenn Fredly dengan permainan musik langsung dari The Bakuucakar, menciptakan interpretasi baru atas lagu-lagu yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia.
Penampilan spesial tersebut juga akan melibatkan Marion Jola, Mutia Ayu, Matthew Sayersz, Mitha Talahatu, Fresly Nikijuluw, dan Doddie Latuharhary dalam kolaborasi membawakan karya-karya Glenn Fredly dengan aransemen baru.
Penyelenggara juga telah menyiapkan tiga kategori tiket yang dapat dipilih sesuai pengalaman yang diinginkan penonton. Tiket tersedia melalui situs resmi penyelenggara, layanan WhatsApp, maupun pembelian langsung di kantor Ibu Dibjo.
Lebih dari sebuah festival musik, Glenn Fredly Kembali ke Timur menjadi pengingat bahwa warisan seorang musisi tidak hanya hidup melalui lagu-lagunya, tetapi juga melalui nilai, semangat, dan ruang yang ia ciptakan bagi generasi berikutnya. Di tengah perkembangan industri musik Indonesia, festival ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan kekayaan musik Indonesia Timur kepada publik yang lebih luas sekaligus melanjutkan cita-cita Glenn Fredly dalam menjadikan musik sebagai jembatan budaya.
