Penuh Kasih Mesra dalam Balutan Pop Retro, Kadri Rilis Ulang ‘Karmila’

Penuh Kasih Mesra dalam Balutan Pop Retro, Kadri Rilis Ulang ‘Karmila’

Kadri Mohamad, pengacara yang dikenal juga sebagai vokalis Makara dan the KadriJimmo merilis ulang single fenomenal karya Farid Hardja yang bercerita tentang kisah cinta imajiner masa muda Farid Hardja dengan gadis belia di jaman itu dan dirilis pada tahun 1977 yang berjudul ‘Karmila’.

Diproduseri oleh Lilo dari KLa Project dan didistribusikan via Nagaswara, ‘Karmila’ diperdengarkan secara umum di Anjungan Sarinah, Jakarta dalam sebuah launching yang dimeriahkan oleh penampilan dari rekan-rekan musisi Kadri yang mendukung perilisan single ‘Karmila’ diantaranya Lilo, Rere (Grass Rock), Arya Novanda, Amank Syamsu, Bangkit Sanjaya, Jimmo, Amir Roez hingga Noldy Benyamin dan Tony Wenas (Solid’80).

Kadri memulai debut solo karirnya tahun ini setelah puluhan tahun berkecimpung di atas panggung membawakan lagu-lagu milik Genesis hingga citra vokalis rock progresif kental melekat pada dirinya. Kali ini Kadri mencoba melakukan penyegaran lewat ‘Karmila’ yang kental aroma pop retro meski ia nyanyikan dengan gaya rock yang menjadi ciri khas vokalnya.

Vokal Kadri yang berciri kuat dengan vibrato membuat signature yang tidak biasa, membuktikan musikalitas penyanyi yang berbeda dalam single klasik ini. Kadri tidak meniru Farid Hardja namun karakter kuat tersebut merupakan anugerah alam. Lilo, memang piawai mencari kekuatan suara vibrato Kadri dan merubahnya dari zona nyaman. Unsur pengaruh musik rock n’ roll  modern dengan balutan padu padan choir dari band The Beach Boys membuat ‘Karmila’ menjadi suatu produk retro yang meruang dan elegan. Ini akan membuat lagu ini mudah masuk dalam pendengar musik saat ini menurut estimasi Lilo, melengkapi lagu-lagu baru Indonesia lainnya.

“Saya mau generasi sekarang bisa merespon dengan mudah lagu ini. Sebuah anthem cinta beda usia yang unik menjadi salah satu karya terbaik dari Farid Hardja. Saya menerjemahkan aransemen ‘Karmila’ lewat bahasa jelajah masa lalu dan pendekatan musik modern. Kadri menjadi artis pertama untuk program dan album ‘Lilo The Producer‘ yang saya sedang garap,“ ujar Lilo.

Sebelumnya Kadri bersama the KadriJimmo berhasil melahirkan album “Indonesia Hebat” (2009), “Tanah “Sang Pemberani” (2015) serta single ‘Seandainya Aku Bisa Terbang’ karya Yovie Widianto, ‘Ingin Punya Pacar Lagi dan ‘Lamar’ pada tahun 2019.

“Saya merasa bisa melakukan eksplorasi power pop yang kuat bersama Lilo,” ujar Kadri.

Awalnya saat menyanyikan lagu ini malah menjadi bahan bercandaan teman-teman, Kadri disebut meniru-niru karakter vokal Farid Hardja. Tapi kemudian setelah diproses dan diolah sangat apik lewat aransemen musik oleh Lilo, hasilnya pun menjadi sesuatu yang beda dan jadi sesuatu yang baru dan materi itu kami bawa ke Pak Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswara,“ jelas Kadri.

“Dan syukurlah, kita tanda tangan kontrak untuk lagu pertama ini. Tapi nyanyi sendiri sebagai penyanyi solo, baru kali ini, sama Nagaswara. Kebetulan karakter vokal saya dianggap cocok membawakan lagu dari mendiang Farid Hardja,” pungkasnya.

Bahasa visual menjadi elemen sangat penting di narasi lagu ‘Karmila’. Menurut Kadri, visual di musik video ‘Karmila’ juga diharapkan menjadi materi yang sesuai untuk profesi dirinya sebagai penyanyi namun juga mumpuni di jalur karir lewat profesi pengacara yang dia tekuni. “Saya sudah membentuk band Kadri Karmila yang melibatkan anak-anak gen Z berkualitas dan akan tampil meriah dalam musik, gaya dan fashion.