Lebih Dekat Dengan DRYD

rockstarmagz

Belum kenal dokter Yusri?

Gapapa kalo belum; ini kesempatan kalian  semua untuk bisa berkenalan lebih dekat dengan dokter unik satu ini. Kenapa unik? Apa yang dilakukannya secara berbeda sehingga dibilang unik?

Tidak banyak dokter di Indonesia yang punya kemampuan musikalitas di samping keahlian di dunia medis. Nah, salah satu Dokter yang mempunyai kemampuan Musikal di samping keahliannya dalam dunia medis yaitu Dr. Yusri Dinuth atau bisa juga disebut DRYD Pria kelahiran 5 April ini termasuk salah satu yang multitalenta. Selain menggeluti dunia kesehatan kulit, ia juga merupakan seorang penyanyi. Tetapi, ketika ditanya apakah dirinya seorang dokter atau seorang penyanyi, dokter Yusri dengan tegas menyatakan ada definisi khusus yang ia berikan kepada dirinya terkait dengan profesi yang ia jalani: “Saya adalah seorang dokter yang bisa menyanyi, bukan seorang penyanyi yang kebetulan juga seorang dokter.”

IMG_0387.JPG

Dokter Yusri dikenal sebagai dokter estetika; dokter yang menangani masalah kesehatan visual kulit pasiennya. Jadi kalo ada di antara Anda semua yang punya keluhan masalah kulit atau mau konsultasi soal apa pun perkara perkulitan, bisa nih, datang ke dokter Yusri buat tanya jawab.

DRYD lebih menyukai menyebut dirinya sebagai seorang Artist daripada Musisi. Artist dalam pengertian litera ya, yaitu seniman. Persentuhannya dengan dunia tarik suara membantu membentuk pribadi yang lebih lembut dan sensitif, aset yang ia andalkan dalam merancang program treatment untuk semua pasiennya. Ia menyadari bahwa dengan menggabungkan kelembutan dunia seni dengan metode-metode dunia kedokteran yang bersifat precise dan exact, ia bisa mendesain sebuah pola approach yang mengetengahkan empati dan simpati. Kemampuan empati dan simpati adalah dua faktor mendasar yang wajib ada jika seseorang ingin menjadi pendengar yang baik dan solutif dan inilah yang menjadi landasan bagi apa yang kemudian disebut dengan metode DRYD, yaitu metode menjadikan pasien sebagai teman, teman hidup dan teman bersenang-senang.

Kalau suatu saat berkesempatan bisa bertemu dengannya, Anda pasti paham di mana sisi uniknya dokter yang satu ini. Pertama bertemu, Anda akan disambut dengan keramahan khas yang membuat semua orang betah berlama-lama mengobrol dengan dokter Yusri. Apa saja bisa diubah menjadi topik menarik. Apa saja bisa berubah menjadi sebuah percakapan hangat yang membuat pasien rindu ingin kembali ke klinik DRYD.

Ini semua berkat metode approach-nya yang bisa dibilang jarang ditemukan pada dokter-dokter lain. Dokter Yusri, atau DRYD, begitu sapaan akrabnya, memilih untuk merangkul pasien-pasiennya dan menjadikan mereka bagian dari keluarganya, menjadi teman-teman dekatnya. Karena itu semua orang yang pernah terkait atau berjumpa dengan DRYD (pasiennya, teman pasiennya, keluarga pasiennya) pasti dipanggil dengan julukan ‘HANGAT’ yang berujung pada keakraban: Teman DRYD.

IMG_2313.jpg

Berbicara tentang dunianya yang beririsan dengan seni, DRYD mengakui bahwa musik memegang peranan penting dalam mempersiapkan diri sebelum melayani keluhan. Tak jarang dirinya memperbincangkan perihal musik dengan pasien. Tak jarang pula dirinya memberikan suggestion playlist kesukaannya pada minggu-minggu terkait kepada Teman – teman DRYD, tentunya sambil tetap memperhatikan latar belakang genre favorit mereka. Artinya DRYD tidak akan memaksa siapapun untuk menikmati apa yang sedang dirinya enjoy dengarkan jika lawan bicaranya bukan pribadi yang menyukai genre favoritnya.

IMG_2299.JPG

(Dokter Yusri dan Pasien saat masih praktek di Rumah Sakit dan sebelum pandemi COVID-19)

Terkait masalah mempersiapkan diri untuk setiap sesi praktek hariannya, DRYD dengan jujur mengutarakan bahwa dirinya tidak memiliki ritual khusus yang neko-neko. Tapi selain musik, ada satu aktivitas yang tidak pernah luput ia lakukan setiap sebelum membuka praktek: Breathing atau teknik pernapasan. Terdengar sederhana; tetapi aktivitas satu ini diakuinya efektif dalam mengondisikan mental sebelum menghadapi setiap cerita pasien. Dengan penataan mental yang tepat, DRYD siap mendengarkan semua keluh kesah dan cerita yang datang padanya.

DRYD berniat menjadikan semua orang sebagai teman, teman hidup maupun teman bersenang-senang. Ini yang menjadi keunikan DRYD: Bahwa metode yang ia pilih dalam melakukan pendekatan terhadap pasien tidak konvensional. Dengan menjadikan pasien sebagai teman, DRYD membuat hubungan komunikasi dua arah yang tidak dingin dan tidak mengalienasi. Prinsip DRYD itu cukup sederhana: Seorang dokter itu seharusnya menjadi pendengar baik untuk semua pasiennya, bukan menjadi individu yang didengarkan. Toh, pasien mendatangi seorang dokter dengan setumpuk isu dan persoalan yang harus diselesaikan. Jika seorang dokter cenderung mendikte, menyetirnya sesuai dengan prinsip pribadi tanpa menelaah dan mencoba memecahkan permasalahan dari akarnya, yang terjadi justru kebalikannya: Masalah kesehatan tidak terselesaikan dengan baik.

Kenyamanan adalah satu kata kunci yang mendasari metode pendekatan yang diterapkan DRYD. Seseorang harus dibuat senyaman mungkin ketika berkonsultasi. Dokternya sendiri juga sebaiknya senyaman mungkin dalam menganalisa kondisi yang dihadirkan. Dalam hal menganalisa kondisi nyata atau kasus yang dihadapi, DRYD berpendapat bahwa setiap persoalan kesehatan kulit yang dibawa oleh pasien ke klinik pasti memiliki satu akar pencetus yang jika tidak ditangani terlebih dahulu tidak akan membuahkan hasil maksimal.

Jadi apa yang dilakukan oleh DRYD? DRYD mengajak pasien berbicara panjang lebar tentang permasalahan kecantikan, baik itu wajah maupun tubuh yang dihadapinya. DRYD mengambil peran sebagai pendengar aktif yang interaktif. Jika si A datang dengan keluhan ingin punya kulit putih atau ingin kurus, maka DRYD akan mengincar subjek yang mungkin ada di balik keluhan tersebut. Apakah keluhan itu murni karena ketidaknyamanan subjektif? Atau apakah ada rasa kurang percaya diri yang menjadi alasan meminta bantuan? Ini penting karena, yang pertama berarti memang pasien terkait paham apa yang dipermasalahkan olehnya, sementara yang kedua berarti dia memiliki tekanan batin yang cukup serius. Jika tekanan ini diabaikan, segala macam obat dan treatment tidak akan cukup untuk menuntaskan keluhan. Simpelnya, dengan mengajak si pasien berbincang dengan santai dan nyaman perkara keluhan “sebenarnya” yang dialami, DRYD bisa menarget titik-titik yang sekiranya penting untuk ditangani terlebih dahulu sebelum beranjak mengulik persoalan tersebut dari sisi medis.

IMG_2298.JPG

        (Photo di ambil sebelum terjadi Pandemi COVID-19)

Pola obrolannya pun alami karena seperti yang sudah diungkapkan tadi, DRYD merangkul semua pasiennya sebagai teman. Jadi momen bincang-bincang yang terbentuk terasa mengalir. Pengondisian ini yang DRYD harapkan bisa membantu dirinya dalam meng-akses kondisi sebelum mengambil tindakan. Seorang Teman DRYD tidak pasrah dan pasif dalam mengkomunikasikan poin-poin keluhan karena ya itu tadi, ia akan merasa sedang berbicara dengan temannya sendiri.

Contoh lain untuk pola keakraban DRYD adalah program Wellness Trip, sebuah acara jalan-jalan yang melibatkan pasien. Peserta akan diberangkatkan ke luar kota dan diinapkan di satu villa yang sudah ditentukan untuk kemudian ambil bagian dalam rangkaian aktivitas yang berkenaan dengan kesehatan holistik. Akan tetapi, pada program ini, DRYD tidak ikut terlibat langsung dengan kegiatan luar kota tersebut melainkan berperan sebagai konsultan saja. Di program lain, Short Escape, DRYD berada di tengah-tengah peserta dan terlibat dalam serangkain kegiatan sepanjang hari yang diadakan di dalam kota. Semua kegiatan outdoor, kegiatan ini diselenggarakan tentunya sambil tetap mempertimbangkan protokol kesehatan sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Berdasarkan metode pendekatan seperti ini, Klinik DRYD tidak hanya sebagai aesthetic clinic namun juga sebagai wellness clinic. Keindahan visual kulit itu merupakan bonus; target besarnya adalah membantu pasien dalam menemukan ketenangan diri dan berujung kepada perasaan bahagia.

Saat ini DRYD sedang menjalani program Fellowship in Anti-aging Metabolic Medicine di Amerika Serikat. Program inilah yang kemudian mengubah konsep pendekatan terhadap kasus tertentu yang dijalankan oleh DRYD menjadi lebih holistik dan komprehensif karena kali ini pola observasi DRYD tidak semata-mata dititikberatkan kepada kondisi medis kulit pasien melainkan juga dilihat dari perspektif gizi dan nutrisi. Dengan bekal ilmu dari program ini, DRYD bisa meneliti keluhan sampai ke bagian pola makannya, apa saja yang dikonsumsi, ketepatan jenis nutrisi, dan aspek-aspek lain yang mempengaruhi kondisi kulit seseorang secara khusus dan kondisi kesehatannya terkait secara umum. Ini juga yang menjadi dasar bagi DRYD untuk menerima konsultasi program diet bagi individu-individu yang kiranya memerlukan bimbingan untuk bisa mengalahkan berat badan mereka yang “menggila”.

DRYD adalah dokter yang friendly. Saking friendly, DRYD sampai membuat program Sunday Chit-chat via aplikasi Zoom. Acara mengobrol ini membahas berbagai topik hot terutama soal diet, tips dan trik diet yang benar, konsultasi persoalan kesehatan kulit, dan lain-lain.

Ditanya kejutan apa yang sedang dipersiapkan oleh Klinik DRYD untuk para Teman DRYD, ia menjawab singkat, “Rahasia. Tunggu saja tanggal mainnya.” Tapi ketika ditanya apakah ada proyek musik yang sedang digarap, DRYD mengatakan bahwa dalam kurun beberapa waktu ke depan para penggemar suara emas DRYD akan disuguhi single terbarunya.

Penasaran dengan apa yang DRYD persiapkan untuk Teman semua? Kita tunggu saja ya, sambil terus mengikuti update dari DRYD melalui akun media sosial-nya.

Yuk kita kepoin akun sosial medianya (Instagram: @dryusridinuth ; @klinikdryd).

Next Post

Mike Portnoy Menghadiahi Drum Set Kepada Pemuda Indonesia Bernama Deden Noy Yang Bermain Drum Dengan Ember dan Kaleng

Menerima pesan langsung disosial media yang bertubi-tubi terkait permainan drum pemuda Indonesia bernama Deden Noy yang memainkan lagu-lagu milik @dreamtheaterofficial Mike Portnoy yang merupakan mantan pemain #drum band tersebut terkesima. Dengan menggunakan peralatan sederhana berupa ember dan kaleng yang dibentuk menyerupai #drumset aslinya, Dedeh bermain dengan sangat rapih dan presisi. Deden memainkan lagu “Metropolis Part.1” hingga […]

Subscribe US Now