“Class of 1981’s” Deretan Band Yang Tahun Ini Merayakan 40 Tahun Eksistensi Mereka

rockstarmagz

Tahun 2021 ini sejumlah band-band mainstream menandai 40 tahun eksistensi mereka dipanggung musik dunia. Diantara mereka ada yang masih tegar berdiri namun tidak sedikit pula yang telah bubar jalan dengan berbagai alasan.

Kami merangkumnya dalam tulisan ini, diantaranya :

Anthrax

Unit heavy metal asal kota New York dibentuk Scott Ian (gitar) Dan Lilker (bass). Bersama dengan Metallica, Megadeth dan Slayer mereka dianggap sebagai salah satu pemimpin skena thrash metal 80-an dan merupakan bagian dari “Big Four” dari genre tersebut.

Foto : Istimewa

Saat ini mereka beranggotakan Scott Ian (gitar), Charlie Benante (drum), Frank Bello (bass), Joey Belladonna (vokal) dan Jonathan Donais (gitar). Anthrax juga pernah menyambangi Jakarta pada 30 Maret 2012, total 11 album telah mereka telorkan selama hampir 4 dekade dengan total penjualan lebih dari 15 juta diseluruh dunia mengukuhkan reputasi mereka sebagai salah satu band thrash metal paling berpengaruh abad ini.

Bangles

Terbentuk di kota Los Angeles oleh Susanna Hoffs (gitar/vokal), Annette Zilinskas (bass) dan Peterson bersaudara Debbi (drum) serta Vicki (gitar/vokal) dengan nama The Bangs (sebelum akhirnya berganti nama setelah ada band lain yang lebih dahulu menggunakan nama tersebut) mereka memainkan harmoni musik yang cerah, gitar yang bergemerincing dan lirik yang mudah dicerna yang menghasilkan hits “Manic Monday”, “Walk Like An Egyptian” hingga “Eternal Flame”.

Foto : Bangles

Pada tahun 2015 She Rocks Awards, sebuah penghargaan untuk menghormati wanita pelopor dari semua bidang industri (mulai dari pendidik, hingga eksekutif label, produsen, organisasi nirlaba, media, artis, insinyur) menganugherahkan “Lifetime Achievement Award” atas eksistensi mereka di industri musik.

Culture Club

Terbentuk di kota London, hanya butuh waktu tiga tahun bagi Boy George (vokal), Roy Hay (gitar/kibor), Mikey Craig (bass) dan Jon Moss (drum) untuk meraih Grammy Awards kategori “Best New Artist” sejak mereka berdiri lagu “Do You Really Want To Hurt Me” dan “Karma Chameleon” serta penampilan sang vokalis yang berani tampil beda dengan gaya berpakaian androgini menarik perhatian publik dan media pada awal tahun 1980-an. Perpaduan element new wave dan pop ditambah sentuhan reggae membawa nuansa baru puncaknya album studio kedua mereka “Color By Numbers” (1983) terjual lebih dari 10 juta keping di seluruh dunia.

Culture Club masih aktif bermusik hingga kini, album terakhir mereka “Life” riilis pada tahun 2018. Diluar Cultutre Club, Boy George menekuni dunia disc jockey pernah menyambangi Jakarta dalam pembukaan Hard Rock Cafe di Plaza Indonesia Entertainment X’nter pada tahun 2005.

Loudness

Dibentuk di Osaka (Jepang) oleh Akira Takasaki (gitar) dan Munetaka Higuchi (drum), Loudness menjelma menjadi macan Asia yang mengusung genre heavy metal dengan Minoru Niihara (vokal) dan Hiroyuki Tanaka (bass) sebagai formasi awal. Ditengah perjalanan posisi Tanaka digantikan oleh Masayoshi Yamashita.

Foto : instagram.com/stagelyfe

Kerap berganti formasi mulai dari posisi vokal yang diisi oleh Mike Vescara (1989-1991) dan Masaki Yamada (1991-2000) hingga kembalinya Minoru dan Masayoshi hingga saat ini namun yang membuat para penggemarnya berduka adalah ketika pada tahun 2008, Munetaka Higuchi meninggal dunia pada usia 49 tahun akibat kanker hati yang ia derita. Posisinya digantikan oleh Masayaki “Ampan” Suzuki pada tahun 2009. Pada 8 Februari 2018, Ampan dirawat di rumah sakit karena stroke ringan, sehingga tidak dapat melakukan tur untuk mendukung album “Rise to Glory”. Selama beristirahat posisinya digantikan oleh Ryuichi Nishida (RA: IN) hingga ia pulih dan melanjutkan tur pada 24 September 2018. Namun untuk konser diluar Jepang ia tetap mempercayakan Ryuichi berada dibalik perangkat drum dengan alasan kesehatan.

YouTube : Rockstar Magz TV

Loudness tercatat sebagai band Jepang pertama yang tampil di Madison Square Garden pada tanggal 15 Agustus 1985. Selain itu mereka adalah band Jepang paling produktif hingga tahun 2009 dimana hampir setiap tahun melahirkan album baru.

Metallica

Siapa tidak kenal unit heavy metal asal Los Angeles yang logonya hingga saat ini wara-wiri diberbagai macam pernak-pernik, kaos dan hoodie khususnya.

Terbentuk dengan nama The Young of Metal Attack dengan formasi James Hetfied (vokal/gitar), Lars Ulrich (drum), Llyod Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass) seketika berubah nama lantaran Lars kepincut dengan kata “Metallica” sebuah kata yang awalnya akan dijadikan nama sebuah majalah namun dengan cerdiknya Lars “mencuri” nama tersebut dan mematenkan nama yang dikemudian hari menjadi bagian dari sejarah musik dunia.

Kerap berganti formasi mulai dari hengkangnya Ron ditahun 1982, disusul oleh Dave Mustaine (gitar) yang hanya bertahan 1 tahun (kemudian membentuk Megadeth pada tahun 1983 untuk menandingi Metallica) dan Jason Newsted (bass) hingga meninggalnya Cliff Burton (gitar) pada tahun 1986 akibat kecelakaan lalu lintas. Kini dengan formasi James, Lars, Kirk Hammett (gitar) dan Rob Trujillo (bass) mantap dijajaran elit musisi dengan penghasilan terbesar, Forbes pada tahun 2019 menempatkan Metallica diposisi kesepuluh. Sepanjang tahun 1990 hingga tahun 2009, Metallica meraih 9 piala Grammy untuk kategori berbeda tiap tahunnya disamping puluhan piala bergengsi lainnya sepanjang karir mereka.

Metallica pernah menjejakan kakinya dua kali ke Jakarta yakni pada tahun 1993 (Stadion Lebak Bulus) dan tahun 2013 (Stadion Gelora Bung Karno) dimana konser pertama mereka mencatat sejarah kelam dimana kerusuhan melanda kawasan konser berlangsung namun 20 tahun berselang konser mereka berjalan tertib dan dihadiri oleh Joko Widodo yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Next Post

"Holy Ground", Album Baru The Dead Daisies Pasca Hengkangnya John Corabi dan Marco Mendoza

The Dead Daisies bukanlah sebuah band! Ini adalah kumpulan musisi #rock terbaik di planet bumi. Dibentuk tahun 2013 di Sydney oleh gitaris @redphoenixband David Lowy dengan campuran musisi besar lintas benua. Tercatat nama-nama besar pernah bergabung disana antara lain @4tus, @thefrankferrer dan @dizzyfnreed dari @gunsnroses, @chuck_waits dan @johntempestaofficial dari @officialcult […]

Subscribe US Now