AURORA merilis tembang barunya yang berjudul ‘The Woman I Am’. Menjelajahi tema kepercayaan diri dan kebanggaan, lagu ini adalah lagu pertama yang diambil dari versi deluxe spesial dari album yang mendapat pujian kritis, “The Gods We Can Touch”.

Penyanyi asal Norwegia itu mengatakan tentang lagu tersebut : “Ini adalah ode untuk keilahian feminim. Tidak selalu mudah untuk menemukan tempat anda di dunia ini yang dibuat untuk pria, sebagai wanita. Untuk menemukan diri anda sendiri. Untuk mengetahui bahwa anda adalah sumber kehidupan, kekuatan, kerajinan, pemikiran, dan cinta. Tidak hanya kapal. Anda tidak ada untuk kesenangan orang lain, anda ada untuk diri sendiri. Bahkan di luar tubuh anda, kecantikan anda, kecerdasan anda dan pencapaian anda, ada seorang wanita yang layak di dunia ini; percaya padanya. Dan ketahui nilainya dengan setiap napas yang anda ambil. Dan kemudian mungkin suatu hari dunia akan harmonis. Dan keseimbangan. Tapi hanya di tangan kesetaraan.”

Terinspirasi oleh mitologi Yunani dan dirilis melalui Decca Records, album tersebut digambarkan sebagai “Euphoric” dan “Heavenly” (NME) dan merupakan album baru ke-3 yang paling banyak diputar di dunia di Spotify pada akhir pekan peluncurannya.

Untuk merayakan perilisannya, AURORA memanjakan para penggemarnya di Inggris dengan beberapa penampilan spesial di sekitar ibu kota, selama bulan Januari. Ratusan ‘Prajurit’ AURORA mengantri di jalan untuk bertemu superstar Norwegia di bawah mural Amazon Music-nya yang indah di Shoreditch hanya dengan pemberitahuan 12 jam. Pertunjukan intim yang terjual habis di Pryzm (Kingston) dan Rough Trade East berlangsung, serta tanya jawab satu kali, yang diselenggarakan oleh Arielle Free dari BBC Radio 1, sebelum pemutaran ‘pengalaman digital globalnya yang berjudul ‘A Touch Of The Divine’.

Terbukti menjadi hit besar secara internasional, di Amerika Sserikat “The Gods We Can Touch” dinobatkan sebagai salah satu “Album Paling Diantisipasi Tahun 2022” oleh Consequence, direkomendasikan di LA Times dan digambarkan sebagai “Ilahi” di The Washington Post.

You may also like