JAKARTA – Warisan musik dan semangat persaudaraan yang ditinggalkan Glenn Fredly kembali bergema melalui konser Glenn Fredly Kembali ke Timur yang digelar di Lapangan Hockey Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2026). Ribuan penonton dari berbagai daerah memadati lokasi acara untuk merayakan karya sekaligus nilai-nilai yang selama ini diwariskan musisi asal Ambon tersebut.

Konser ini menghadirkan 21 musisi lintas generasi dalam satu panggung. Lebih dari sekadar konser penghormatan, acara ini menjadi ruang bagi para musisi Indonesia Timur untuk kembali memperkenalkan identitas, budaya, dan warna musik yang selama ini diperjuangkan Glenn Fredly.
Sejak sore hari, kawasan Plaza Festival mulai dipenuhi pengunjung. Penonton dari berbagai usia tampak antusias memenuhi area konser, mulai dari mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu Glenn Fredly hingga generasi muda yang mengenal karya-karyanya belakangan ini.
Selain panggung musik, konser juga menghadirkan area kuliner, tenant UMKM, serta penjualan merchandise yang ramai dikunjungi. Kehadiran berbagai pelaku usaha tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi kreatif di sekitar lokasi acara.
Menjelang matahari terbenam, suasana konser mulai menghangat lewat penampilan Moluccan Soul yang membuka sesi senja. Energi penonton kemudian semakin meningkat saat dua DJ asal Belanda, Miguel Kaidel dan Maria De Lima, mengambil alih panggung dengan membawakan aransemen elektronik dari lagu-lagu populer Indonesia Timur. Perpaduan musik elektronik dan unsur etnik sukses menghidupkan suasana dan mengajak ribuan penonton berjoget bersama.

Memasuki malam hari, panggung diisi oleh sederet musisi seperti Silet Open Up, Toton Caribo, Fresly Nikijuluw, Mitha Talahatu, Doddie Latuharhary, hingga Wizz Baker yang tampil dengan iringan musik dari Dennis & Friends. Masing-masing membawakan lagu-lagu andalan yang disambut meriah oleh penonton.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Silet Open Up. Grup tersebut berhasil membakar semangat penonton lewat aksi panggung yang enerjik. Suasana mencapai puncaknya ketika mereka menutup penampilan dengan lagu Tabobale. Dalam sekejap, ribuan penonton serempak bernyanyi, bertepuk tangan, dan menari mengikuti irama khas Indonesia Timur yang menggema di seluruh area konser.
Momen paling emosional hadir pada pertunjukan spesial bertajuk Re/Imagine Glenn Fredly with The Bakuucakar. Melalui konsep tersebut, sosok Glenn Fredly dihadirkan kembali lewat visual di layar raksasa yang seolah tampil bersama iringan musik live dari The Bakuucakar.
Pertunjukan itu menjadi penghormatan terhadap karya-karya Glenn Fredly yang hingga kini masih hidup di hati masyarakat. Penampilan tersebut semakin bermakna dengan kolaborasi Marion Jola, Mutia Ayu, Fresly Nikijuluw, Mitha Talahatu, Doddie Latuharhary, dan Matthew Sayersz yang membawakan sejumlah lagu Glenn Fredly dengan aransemen baru tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Mutia Ayu menilai konser tersebut bukan sekadar mengenang sosok Glenn Fredly, tetapi juga menjadi cara untuk meneruskan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkannya.
“Glenn Fredly Kembali ke Timur bukan sekadar konser, tapi sebuah perayaan karya dan cinta yang Glenn tinggalkan untuk kita semua. Semoga semua yang hadir pulang dengan hati yang penuh dan membawa kenangan indah,” ujar Mutia Ayu.
Antusiasme juga datang dari para penonton. Salah satunya Anne (35), yang mengaku sengaja hadir untuk merasakan langsung suasana kebersamaan yang selama ini hanya ia kenal melalui lagu-lagu Glenn Fredly.
“Ini bukan hanya konser. Semua orang bernyanyi bersama, saling menyapa, dan menikmati musik tanpa sekat. Waktu Silet Open Up membawakan Tabobale, suasananya benar-benar pecah. Semua berjoget bersama. Rasanya seperti merayakan Glenn dengan cara yang paling indah,” katanya.
Lebih dari sekadar pertunjukan musik, Glenn Fredly Kembali ke Timur menjadi bukti bahwa warisan Glenn Fredly terus hidup melalui karya, kolaborasi, dan regenerasi musisi Indonesia Timur. Konser ini juga menunjukkan bagaimana musik mampu menjadi ruang yang menyatukan berbagai latar belakang, memperkuat identitas budaya, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif melalui industri pertunjukan.
Dengan atmosfer yang hangat, penuh kebersamaan, dan sarat makna, malam itu menjadi penghormatan bagi sosok Glenn Fredly sekaligus penegasan bahwa semangat, karya, dan pesan-pesan yang ia tinggalkan akan terus bergema di panggung musik Indonesia.
